Selasa, 03 Januari 2012

Tertawaan Tuhan

- DE~VIL -
Model: Wahyu Durrotur | Photoshop Creative | Capture with SONY DigiCam
CLICK TO ENLARGE

“Kau percaya takdir?”

“Tidak, bahkan aku tak percaya Tuhan!”

“Kenapa?”

“Jika ada, kenapa ia membedakan kita dengan mereka?”

Tangannya menunjuk mereka yang berdasi dan bermobil hitam. Di sungai seberang.

Rumah-rumah berlantai tiga, tertata rapih dari blok A sampai Z, berwarna-warni. Sedangkan kami, hanya berderet tiga, dengan ornamen sampah dan hitam putih. Hidup dalam susun demi susun kardus basah, lembek dan tak terarah. Kumuh, menjijikkan. Itu sangat kontras, bagiku, Tuhan. Dan kini haruskah aku percaya, um, kau ada?

“Kau salah kawanku.”

“Salah?”

“Tuhan itu ada—”

“Buktinya?”

“Sebentar, jangan potong kalimatku.”

“Ya.”

“Tuhan itu ada, bagi mereka dan semu untuk kita!”

“Lalu, masihkah deras air mata  Ibu kita berguna, untuk meminta kepada Tuhan?”

“Entahlah, teriaklah, Tuhan mendengarmu dari atas kepala-kepala mereka.”

Kemudian mereka terhenyak dalam tawa miris. Senja sore dimana dua orang insan sudah tak percaya Tuhan. Dalam kenyataan, dalam harapan yang tak pernah diwujudka. Mereka ingin membeli keajaiban, tapi, Tuhan mematok harga terlampau tinggi. Dan akhirnya mati tanpa Tuhannya.

21 komentar:

  1. kata2nya penuh dengan makna tersirat I like it punya ciri khas

    BalasHapus
  2. Mati?
    Tumben aku nggak begitu ngerti alurnya. -_-

    BalasHapus
  3. inih yah postingannya.
    singkat padat penuh makna, memang kadang kebanyakan orang tak berpunya saking frustasinya tak percaya lagi dengan Tuhan.
    Dak yakin dah kalau karyamu dikirim ke media pasti dimuat

    BalasHapus
  4. postingannya singkat padat tapi maknanya dapet :3

    itu fotonya juga keren editannya :o

    BalasHapus
  5. Em, kata2nya puitis, ya..
    Gag nyampek, ni, Bang *Lemot lagi kumat -_-"*..

    Fotonya serem gitu, ya.. >.<

    BalasHapus
  6. @bang aje: di muat di media, masih melebarkan sayap disini dulu bang, mengumpulkan kepedean

    BalasHapus
  7. Lagi-lagi pengen dadi sailen rider gabisa, Abangggg T___T
    K-E-R-E-N.

    BalasHapus
  8. hm, banyak makna dibalik kata..
    saya harus baca berulang biar ngerti maknanya..
    *sampe sekarang masih ada yg belum ngerti..
    hehe
    ditunggu kunjungan baliknya ya sobat
    salam persahabatan
    happy blogging :)

    BalasHapus
  9. penuh makna yang terkandung :D nice post

    BalasHapus
  10. mhm... baru bisa mampir lagi dan tulisan kamu... makin keren aja ya dik... ^_^

    menghanyutkan---

    BalasHapus
  11. tajam menyindir, ironi yang kadang sarkastik, dan selalunya--gue suka pilihan kalimat lo :)

    tapi entah kenapa gue berpikir jika diukur dengan parameter 'kebahagiaan', punya materi atau tidak itu bukan jaminan. setiap orang punya masalahnya sendiri, setiap orang punya cobaannya sendiri. dan yah,setelah bergaul dengan banyak anak dari keluarga super-kaya lalu turun ke jalan dan penjara anak.. gue ngerasa,dari mereka selalu saja ada yang bahagia, dan ada yang tidak bahagia--dengan intensitas yang sama. cmiiw ^^

    BalasHapus
  12. perlahan.. ternyata butuh waktu lebih buat berusaha ikutan ngerasain apa yg terjadi di antara dua insan ini.. hmm..

    mas.. FLP (Forum Lingkar Pena) Jakarta kini tengah membuka pendaftaran anggota baru untuk Angkatan ke-16, mungkin mas nya mau join.. silahkan dan terimakasih :)

    BalasHapus
  13. ada sebuah quote, lupa dr spa. Kurang lebihnya begini:
    miskin, pilihan ato takdir? Miskin adalh pilihan. Bila seseorg mnjwb 'takdir', itu berrti ia telah menetapkn 'pilihan' unt pasrah menerma takdir hidup.
    Dan sepertinya sya sepkt. :p
    slam kenal..

    BalasHapus
  14. suka bacanya..
    biar singkat , tp maknanya jelas :)

    BalasHapus
  15. Tuhan yang mematok harga terlalu tinggi atau mereka yang enggan meraihnya?

    BalasHapus
  16. Aih gila, paragraf terakhirnya mantap kata2nya.. :)

    BalasHapus
  17. blog sama isinya keren keren,
    ini elegi banget yah, :D
    Nice posting :)

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: