Kamis, 26 Januari 2012

Sayap Malaikat atau Tanduk Setan

Aku berjalan ke KIRI atau KANAN?
Taken with SONY DSC W220 CyberShot Digital Camera | Toycam editing



Aku tak bisa menerjemahkan deret kata dalam hatiku, terlalu hitam, terlalu kelam. Bukan, bukan untuk membacanya, menerkanya pun aku tak punya daya. Selama ini aku dan penaku hanya meniti kalimat dalam kertas-kertas hitam—yang tak pernah bisa kubaca kembali.

Tapi, inilah titik pertemuan, inilah persimpangan; untuk kembali dan terus menulis atau menggantinya ke lembar-lembar putih yang siap kusketsa dan warnai. Aku telah memilih, pilihan itu tak bersuara, tak bernada, tak berima.

Dalam sudut dengarku hanya dengung, hanya ada kabut di sepanjang tangkapan mataku. Tapi, ini lagi-lagi persimpangan, aku melihat cahaya, setitik tapi itu tersirat asa, terpendam. Kembali menjadi manusia baru dengan buku baru atau menghabiskan buku hitamku.

Sekali lagi, ini persimpangan, untukku menumbuhkan sayap malaikat atau tanduk setan..

6 komentar:

  1. Bisikan malaikat itu nggak ada, yang ada cara berfikir diri sendiri (imajinasi) dan yang menentukan hidup adalah diri sendiri kemana arah yang bener.
    Nah bisikan setan itu baru ada, hati2 yak :D

    BalasHapus
  2. Terlalu lucu sebagai tanduk setan, dan terlalu lugu sebagai sayap malaikat..^^

    BalasHapus
  3. dipersimpangan aku berdiri
    kemanalagi harus ku melangkah
    ku coba tanya, tapi hanya bisu yg ku dapat, ku coba cari tapi hanya semu yang kutemukan...akhirnya ku coba renungkan, Tuhan pun membimbingku berjalan, jalan lurus namun penuh onak dan duri...

    BalasHapus
  4. Waw, dilema dan kebimbangannya benar-benar tergambar manis di tulisan ini. Mantap.. :)

    BalasHapus
  5. Seperti ungkapan hidup itu pilihan yang dirangkai dalam sebuah pertimbangan berat :) Terkadang memilih memang berat bang, setuju :D

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: