Rabu, 06 Juli 2011

Uang = Waktu, Bahagia

Uang, segalanya butuh, sangat butuh. Mana ada orang yang hidupnya tidak memerlukan sedikit pun uang. Kalo ada yang bilang, “aku hidup dengan cinta”. Ungkapan basi menurut saya. Saya realistis, hidup saya memang butuh uang, banyak. Mungkin saya tidak menyadari berapa miliar uang yang sudah keluar dari dompet orang tua saya untuk sekolah, biaya hidup dan sebagainya. Apa yang saya lakukan tak ada! Memang, orang tua tak menuntut balas atas semua uang yang mereka keluarkan untuk saya, mereka hanya ingin SAYA SUKSES. Sukses secara jasmani dan rohani, sukses secara jasmani adalah sukses di dunia sebagai manusia yang memiliki hidup layak dan bisa mencukupi hidup dan keluarganya, sedangkan sukses secara rohani adalah sukses menjadi imam dalam keluarga dan dapat mengarahkan keluarga ke jalan yang benar. Tentang uang dan motivasi mungkin yang bisa saya jadikan garis besar untuk postingan kali ini.

Saya baru sadar uang adalah elemen penting dalam hidup kita setelah Mama dirawat di RS kemarin, selama 10 hari menjadi penunggu setia RS ADI HUSADA Undaan Surabaya bukan suatu yang indah bagiku dan keluargaku. 20 juta ludes untuk biaya berobat mama, itu hanya biaya kamar dan rawat inap, belum biaya obat yang sudah memakan 7 juta lebih, kalau bisa ditaksir bisa sampai 27 juta lebih. Bayangkan, uang sebesar itu habis dalam sepuluh malam. Memang benar pepatah yang mengatakan, “Sehat itu mahal harganya”. Tak apalah yang penting Mama bisa kembali normal dan bekerja seperti biasa.

Tapi meskipun begitu, tak semuanya “tidak apa-apa” banyak rencana-rencana liburan yang gagal, bajet habis. Banyak barang-barang penting yang sudah direncanakan untuk dibeli harus ditunda pembeliannya. Ya saya memang bukan dari keluarga serba berkecukupan, tapi saya beruntung saya juga tidak kekuarangan, standar lah. Saya juga bukan anak dari seorang pengacara, dokter ataupun eksekutif negara. Saya hanyalah anak seorang pegawai, PNS lebih tepatnya. Baru-baru ini Mama dan Papa pisah kantor, karena Papa di mutasi ke Madura [sebelah utara Surabaya, pulau seberang] untuk menjadi Kepala Dinas disana. Semakin besar saja tanggung jawab saya dirumah. Tak apalah, saya adalah pengganti Papa selagi Papa tidak ada dirumah.

Ya mungkin untuk gaji PNS kacangan seperti orang tua saya sekitar 2-3 juta’an, tapi saya sudah bersyukur, sangat bersyukur sudah diberikan keluarga yang rukun dan harmonis. Hidup memang tidak se-‘lux’ hidup anak konglomerat tapi hidup saya bahagia, saya sangat mensyukuri itu.

Saya beruntung tidak menjadi anak orang kaya-raya, dengan gundukan uang dimana dan orang tua yang selalu sibuk bekerja sampai-sampai lupa dengan rumah. Bahagia memang tidak bisa ditaksir dari uang, bukankah hidup kita bisa sangat bahagia hanya dengan uang yang sedang-sedang saja. Bagi saya waktu adalah uang, uang yang sangat besar nominalnya. Dengan waktu, kita bisa mendapatkan bahagia. Itulah persepsi uang bagi saya.

25 komentar:

  1. memang betul yang kamu katakan, saya juga prnah mengalami hal yang hampir serupa dengan kamu ..
    tapi yang terpenting keluarga itu tak dapat di beri harga semahal apapun itu ..

    BalasHapus
  2. Berapa banyknya uang yg dimiliki oleh seseorang jika tidak disyukuri maka orang tersbut akan selalu rakus.

    Syukuri rezki yg telah Allah berikan.

    BalasHapus
  3. @bang Rhyfhad: iya bang, keluarga adalah harta yang paling berharga

    @bang andes: betapa pun kuatnya kita mensyukuri, pasti kadang kita juga rakus, ingin lebih bukankah tidak pernah puas adalah sifat alamiah manusia?

    BalasHapus
  4. saya sih sekarang ngga pengen sukses. saya pengen jadi orang berguna untuk masyarakat ^^

    BalasHapus
  5. dengan menjadi manusia yang berguna untuk masyarakat secara tidak langsung anda bisa dikatakan sukses bang :)

    BalasHapus
  6. Uang uang. . . . Kukejar kau ampe ke negri orang hehe

    BalasHapus
  7. Ayah saya juga 'cuma' seorang PNS, beliau tidak mengajarkan saya bagaimana untuk bermimpi, tapi beliau mengajarkan saya bagaimana mewujudkan mimpi itu dengan tangan sendiri..

    Kalau ayah saya orang kaya, mungkin saya tidak harus mendengar kata-kata itu :)

    BalasHapus
  8. sabar aja , . trus , tetep harus bersyukur pada tuhan dengan apapun yang telah diberikan kepada kita ,. masih banyak kok , orang yang dibawah kita , maksud saya ,. orang yang hidup nya melarat , dan kurang beruntung ..
    jadi , kita hatus nya bersyukur dengan apa yang ada . ;
    ;)

    BalasHapus
  9. Gak semua orang kaya ortunya pada sibuk juga...
    tu semua tergantung dari pribadi orang.....
    bersyukur aja dengan apa yang dah di beri ma Tuhan...
    tu yang terbaik bagi kita....

    BalasHapus
  10. Cinta ga bisa kasih kita makan, itu aja sih yg harus diinget, hehehe

    BalasHapus
  11. @ra: salam kenal :D

    @mbak tarry: weh, HK HK :D

    @bang zazuli: iya, karena seorang yang kaya-raya kadang sudah tidak memikirkan mimpi2 mereka karena mimpi2 mereka dapat terwujud semudah membalik telapak tangan. tapi kadang

    @Mbak meyda: iya mbak, saya sudah sangat sangat bersyukur saya juga melihat dari sudut pandang itu, bagaimana nasib mereka yang tidak punya selembar kain pun untuk berlindung, mereka lebih membutuhkan uang daripada saya :(

    @bang depe: tetap dan terus bersyukur itu intinya kan bang

    @bang claude: iya bener, salah besar orang yang hanya cari cinta :)

    BalasHapus
  12. iya..tapi ga semua juga kok orang kaya kayak gitu :)

    BalasHapus
  13. yops,,Tuhan itu Maha mengetahui apa yang terbaik buat hambanya :D

    BalasHapus
  14. banyak sedikitnya uang takkan pernah cukup jika tak diiringi dengan bersyukur dengan apa yang dimiliki. Sedikitpun gaji, misal PNS, jika hidup dengan cara yang wajar dan sederhana, tak kan pernah merasa kekurangan. Kita sama daka, orang tua sayapun 'hanya' PNS dan saya merasakan bagaimana hidup dengan gaji orang tua yang pas2an... ^_^ syukuri apa yang ada dan sadar bahwa keinginan harus sesuai dengan kemampuan... ^_^

    BalasHapus
  15. sepp sepp :)
    semakin dewasa saja kao pak. hihi

    BalasHapus
  16. yap betul kak. waktu sama pentingnya dengan uang. hanya dengan waktu kita bisa mengerti arti hidup. waktu pula yg suka membuat kita menyesali segala yg telah kita perbuat.

    kehidupan ini kayak ilusi, perasaan baru aja mulai, eh tau taunya udah selesei. perasaan baru aja bayi, eh tau taunya udah kuliah. maka bersyukurlah atas segalanya :)

    BalasHapus
  17. @bang zazuli: siap bang, bener bang dan gak semua mereka yang kekurangan bisa nerima :)

    @bang Depe: iya bang tuhan maha adil

    @mbak ocha: iya mbak, bukankah semakin kita semakin tau bagaimana situasi dan kondisi kita :)

    @nurul: iyaa, waktu itu kadang seperti fatamorgana

    BalasHapus
  18. uang memang bukan segalanya, tapi segalanya akan lebih mudah bila ada uang :D

    BalasHapus
  19. bener banget mbak, *two thumbs up* buat mbak tiara ~^^

    BalasHapus
  20. uang emang bisa bikin happy tapi juga bisa bikin merana. Harus bisa mengelolanya dg benar.

    BalasHapus
  21. benar, pengelolaan dengan benar akan menjadikan kita bahagia :D

    BalasHapus
  22. bagiku uang bukan segala2nya....tp kalau gak ada bikin puyeng juga hehehe.....

    BalasHapus
  23. walaupun bukan segalanya tapi uang itu elemen penting di dalam hidup kita kan bund :D

    BalasHapus
  24. uang.. hmmm, semudah membalik telapak tangan untuk mendapatkan tapi laksana mengangkat gunung untuk penggunaannya..

    Buatku, uang = ilmu, butuh dan wajib dicari :)

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: