Minggu, 03 Juli 2011

Hanya Seorang Lelaki

Pembaca, mungkin postingan kali ini agak lucu, saya mencoba membuat puisi di kala perasaan ini berkecamuk, puisi ini tercipta di kala saya patah hati, seorang lelaki yang patah hati aneh memang, tapi bukankah itu manusiawi? Puisi ini tercipta sekitar enam bulan yang lalu, ketika itu saya menaruh "rasa" pada seorang gadis teman dekat saya, perasaan bersalah yang kala itu menemani saya menuliskan puisi ini pada selembar kertas. Disini saya memang bersalah, dia adalah sahabat saya dan tidak akan mungkin menjadi kekasih saya. Kok jadi curhat, ah itu masa lalu, biarkan puisi ini menjadi lembaran kenangan indah, memang puisi ini tidak begitu sarat unsur sastra didalamnya, tapi mungkin bisa sedikit membuat pembaca terhibur dengan puisi saya ini, berikut puisi yang dari tadi saya ceritakan:

Aku bukan seorang lelaki yang bisa memberikan dada bidang untuk tempat bersandarnya kepalamu, aku juga bukan lelaki yang bisa memberikan apa yang kau minta setiap saat dan aku bukan juga seorang lelaki yang bisa mengumbar sejuta kata cinta. Aku hanya lelaki yang tulus mencintaimu dari dalam relung hati. 
Sungguh, dengarlah dalam hatimu. setiap detak jantungmu. apakah bersuara? mengucap sepotong nama? Namaku? Ataukah tidak? 
Akupun tak tahu. Tapi sesungguhnya setiap degup jantung ini mengucap asma tuhanku ALLAH, dan disamping Ia yang kuucap aku juga mengucap namamu, 
Aku seorang lelaki dan seorang pecinta wanita. Engkau wanita dan engkau juga pemburu cinta pria-tulus. 
Tapi, aku tak tahu siapakah yang kau buru? Aku? Mungkinkah?
dan sekali lagi aku mengatakan jujur, akulah lelaki, seorang pecinta wanita yang mencintaimu, yang rela diburumu, dan ingin bersamamu-walau dalam angan 
Dan akulah lelaki biasa yang selalu merasa cemburu ketika engkau bersamanya dan kau dengan semangatnya menceritakan DIA. 
Memang salah, salah langkah. Aku menjadi sahabatmu. Mendengarkan setiap keluh kesahmu. Walau salah, aku tetap bahagia karena dengan begitu aku bisa terus didekatmu walah hanya sebagai seorang "SAHABAT". 
Tapi, disatu sisi aku terus menyesalinya. Targetku gagal, misiku gatot.
Semula aku ingin mencintaimu sebagai seorang PACAR, tetapi aku masuk terlalu dalam dan kini kau menganggapku sebagai sahabat. Sahabat dan sahabat 
Dan aku bukan seseorang yang lemah, lemah menghadapi sikapmu yang selalu membuatku sakit. Karena aku hanya seorang lelaki yang tak bisa berucap dikala mata kita saling memandang. 
Untuk CINTA-ku yang tak berbalas
dan untuk buai lembut angin malam ini,
sampaikanlah.. 
-ARP-
Sebuah karya murni dalam hati dan relung jiwa, kenangan yang takkan memudar di gerusan zaman.

11 komentar:

  1. Puisi yg indah n bisa aq mengerti xixixi
    Biasanya aq susah mengartikan sebuah puisi hehe

    BalasHapus
  2. puisi mudah diartikan oleh sang penciptanya :D kalo yang baca sih emang kadang sulit mbak ngartikannya :D:D aku juga gitu :)

    BalasHapus
  3. ya Allah, mas, ngena bgt puisinya :'(
    jadi seperti ini ya mas perasaan laki-laki?
    kalau begitu secara pribadi teman laki-laki saya juga merasakannya...

    BalasHapus
  4. wadduh pagi pagi temanya cinta ... hihiihii

    BalasHapus
  5. @mbak rakyan: yah begitulah mbak, kebanyakan sih :)

    @bang brig. kopi: haha iya bang, CINTA DI PENGHUJUNG MINGGU :P XD

    BalasHapus
  6. @mbak rakyan: yah begitulah mbak, kebanyakan sih :)

    @bang brig. kopi: haha iya bang, CINTA DI PENGHUJUNG MINGGU :P XD

    BalasHapus
  7. puisinya keren banget...pengalaman pribadi ya..

    BalasHapus
  8. @mbak rakyan: iyaa :)

    @bunda: iya bunda, pengalaman pribadi :) makasih bunda :D

    BalasHapus
  9. hahaaaaayyy... Aku banyak tertinggal..!! :(

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: