Senin, 04 Juli 2011

Saya Belajar tentang Segalanya dari ...

Hari yang indah untuk saya, banyak berkah dari Tuhan yang diberikan kepada saya hari ini, mulai dari kepulangan Mama dari rumah sakit sampai saya masih bisa bernafas hari ini. Semua itu tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Kalo bicara tentang Tuhan, Tuhan pasti menginstruksikan kepada kita untuk tetap belajar, belajar dan belajar. Belajar tak terbatas dari forum-forum resmi seperti sekolah, LBB dan forum lainnya. Belajar tidak sesempit pemikiran orang awam. Belajar tidak hanya belajar tentang ilmu-ilmu pasti dan sosial. Belajar yang paling utama kita pelajari adalah belajar tentang kehidupan. Oleh karena itu Tuhan menuntut kita untuk tetap dan terus belajar kapan saja dan dimana saja.

Nah pertanyaanya, “Dari siapa anda belajar?”

Mungkin para pembaca berpendapat bahwa saya kebanyakan belajar dari orang tua, guru [saya masih SMA] dan pada seseorang yang berintelektual tinggi, seperti profesor, presiden, dll.
Ya, memang benar, tapi tidak sepenuhnya benar. Saya tidak hanya belajar kepada mereka walaupun kebanyakan waktu saya, saya habiskan di sekolah untuk menuntut ilmu, itu pun tak menutup kemungkinan untuk belajar dari luar sekolah.

Pada awalnya saya sendiri merasa buat apa belajar pada orang yang tidak lebih “mengerti” daripada kita, toh kita juga tidak akan dapat apa-apa. Pemikiran saya itu SALAH BESAR. Orang-orang yang kita anggap tidak lebih pandai daripada kita sebenarnya dapat lebih pandai karena ia mengerti tentang apa saja yang tidak kita mengerti. Manusia memiliki keterbatasan bukan.
To the point saja. Saya belajar dari:

1.       Seorang pengemis tua

Mengapa saya katakan saya belajar dari seorang pengemis tua, saya belajar dari beliau tentang kegigihan, kegigihan seorang pengemis tua yang seharusnya duduk santai di rumah, duduk santai di kursi goyang menikmati sisa-sisa umur di masa senja, bukannya malah bekerja mati-matian demi mencukupi kebutuhan hidupnya selama sehari.

2.       Deburan ombak

Belajar tidak terbatas pada seseorang bukan, pada benda mati pun saya bisa belajar. Belajar dari ombak tentang kesabaran. Mengapa saya mengatakan kesabaran, karena ombak adalah sosok benda mati yang tidak pernah menyerah, coba lihat hari-demi-hari ombak terus menghantam karang tanpa kenal lelah, sampai pada suatu ketika ombak dapat memecahkan karang yang begitu kokoh.

3.       Segerombolan semut

Mengapa saya belajar dari binatang, kadang binatang juga bisa mengajarkan tentang sesuatu yang manusia tidak bisa ajarkan, semut mengajari saya tentang kebersamaan. Semut adalah hewan yang hidupnya berkoloni, dimana pun saya melihat semut tidak akan hanya ada satu, mereka hidup secara berkelompok dan saling bantu-membantu dalam kelompoknya itu. Saya belajar dari segerombol semut tentang arti pentingnya kebersamaan.

4.       Sepasang merpati

Sepasang merpati mempunyai filosofi sebagai lambang kesetiaan, saya belajar tentang kesetiaan dari seekor merpati karena merpati adalah hewan yang hidupnya kawin hanya sekali dan pada satu pasangan, dari sinilah saya belajar tentang kesetiaan.

5.       Seorang pahlawan

Mungkin dalam hidup saya tidak pernah melihat langsung sosok seorang pahlawan, pahlawan yang rela mati demi mengusir penjajah, saya hanya dapat melihat sosok mereka dalam buku-buku sejarah. Walaupun saya tidak bisa melihat mereka secara langsung, saya dapat belajar dari mereka, belajar tentang pengorbanan. Pengorbanan mereka yang rela mati demi kemerdekaan negaranya tanpa pamrih dan pantang menyerah sampai titik darah penghabisan

6.       Seorang yang tuli, bisu dan buta

Saya belajar tentang ketabahan dari seseorang seperti mereka. Saya bersyukur mendapatkan semuanya secara “lengkap” dan saya belajar tentang ketabahan mereka menjalani cobaan yang diberikan Tuhan kepada mereka, tanpa mengeluh dan hanya tabah, pasrah.

Di simpul syaraf otak saya masih banyak orang-orang, benda, dan binatang yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi saya. Tapi mungkin saya tidak bisa mengungkapkan semuanya dalam sebuah postingan. Semoga pembaca dapat memahami postingan saya kali ini secara jelas dan dapat belajar pada siapa saja dan dimana saja serta pada siapa saja seperti saya. Amin.

8 komentar:

  1. wah.. ikutan seneng tau mamanya udah pulang kerumah.. :)

    BalasHapus
  2. Untuk aq yg ga pernah bljr ama profesor, bljr dr orang2 atau benda disekitarku itu sdh cukup tuk menjadikan aq lbh tau n mengerti ttng apapun heheUntuk aq yg ga pernah bljr ama profesor, bljr dr orang2 atau benda disekitarku itu sdh cukup tuk menjadikan aq lbh tau n mengerti ttng apapun hehe

    BalasHapus
  3. semoga kita tidak hanya menjadi pembelajar tapi menjadi bahan pembelajaran bagi orang di sekitar kita

    BalasHapus
  4. @mbak tarry: komennya mesti dobel itu mbak pake hape ya, pake opera mini 6 bener gak sih? soalnya kemarin aku BW lewat hape pake opera mini 6 gitu juga dobel dobel :)

    @tante hani: amin dan semoga kita menjadi panutan diantara mereka :)

    BalasHapus
  5. Subhanallaah, baca postingan ini bikin nangis..

    teringat aku belajar dari sekumpulan anak2 semut yang terjebak di bak penuh air.. aku belajar menemukan esensi Tuhan dan posisiku sebagai makhluk dari semut2 itu.. dari situ hidupku yang baru bermula..

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: