Sabtu, 09 Juli 2011

Perbaiki Atitut Anda sebelum Memerintah Kami!

Pernah nggak sih merasa sebel, geram dan apalah sejenisnya jika di perintah—pakai topi yang baik waktu upacara? Kalau yang masih SMA atau SMP pasti deh ngerasain itu, walaupun kalian sendiri tahu tujuan si pemerintah ini baik, agar kita rapih dan benar. Tapi pernah nggak kita berfikir kalau mereka juga salah? Apa salah mereka? Seharusnya mereka tidak usah memerintah kita kalau mereka sendiri masih salah!
Contoh yang paling mudah adalah ketika seorang orang tua menyuruh anaknya untuk berhenti berkata kotor, mungkin cara pertama orang tua memberitahukannya dengan cara halus, yang kedua agak sedikit di paksa dan cara terakhir dengan hukuman. Memang betul tindakan para orang tua ini. Tapi ada sebagian orang tua yang salah dalam mendidik anaknya. Berikut contoh percakapannya:

Tidak bermaksud memberikan unsur SARA, hanya ingin mencontohkan, kata-kata yang menjurus ke arah SARA saya beri garistengah untuk meyensornya.

[B=bapak, I=Ibu, A=Anak]
A: Dasar bajingan!
B: Nak, bajingan itu kata-kata kotor. Ndak boleh bilang gitu ya, Nak. (tutur kata lembut)
I: Iya nak, kamu ndak mau jadi anak nakal kan? Mengucapkan kata-kata kotor itu bisa ngebuat kamu jadi anak nakal. (berkata lembut pula)
A: Baik, Pa, Ma.

[di suatu keadaan dimana ayah dan ibu cekcok]

I: Dasar lelaki biadap nggak tahu diri, pulang-pulang tidak bawa uang malah bawa debt-collector!
B: Apa kau bilang, bukannya kau yang biadap, dirumah kerjanya cuman memolek diri dan pergi malam-malam, mau jadi pelacur apa??
I: Kau bilang aku pelacur, kalau begitu kenapa kau dulu menikahi seorang pelacur seperti aku? Dasar lelaki bajingan kelas teri!

Sang anak dari belakang mengintip dan mendengar percakapan orang tuanya. Sang anak kemudian berfikir:
“Bapak Ibu saya boleh mengatakan kata-kata kotor, bukankah bapak-ibu saya adalah orang yang harus saya contoh, berarti kata-kata kotor itu dibenarkan”

Nah mungkin seperti itulah pandangan sang anak, kurang lebih akan seperti itu. Mungkin contoh diatas belum sepenuhnya real, tapi pasti diantara kita ada saja contoh seperti itu. Untuk para orang tua dan siapa pun yang menjadi tauladan bagi kami. Kami mohon jika anda memerintah kami untuk menjadi baik, tunjukkan sebagaimana baiknya anda dahulu, jangan hanya memerintah tapi kelakuan anda tidak sebaik perintah anda!! Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi para orang tua dan siapapun yang membaca tulisan ini. Terima kasih. Salam blogger.

14 komentar:

  1. Perkembangan anak biasanya dipengaruhi lingkungannya, maka para orang tua harus memberikan contoh yang baik

    BalasHapus
  2. ya memang, anak pasti mencontoh orang tuanya, baik maupun buruk. seharusnya orang tua bukan melarang dengan perkataan saja tapi dengan perbuatan mereka yang baik pula :)

    BalasHapus
  3. setuju sama kamu, anak biasanya selalu meniru orang tunya spt kt peribahasa, "buahn apel jatuh tidak akan jauh dr pohonnya" ;)

    btw, yg crita pertengkaran bapak sm ibu salah inisial tuhh, harusnya I(Ibu) dan B(Bapak), bukan I(Ibu) dan A(Anak) =D *ga penting hehe

    BalasHapus
  4. Hohoho aq dl jg pernah gt. Dilarang bpk tp gnt bpk yg tak larang hikz.
    Memang hrs instrokpeksi diri dl sblm mengritik orang lain :)

    BalasHapus
  5. Sampaikan sesuatu dgn cara yg baik.. efeknyapun akan baik :)

    BalasHapus
  6. @celotehan: bener mbak, bukannya cuman ngomel2 tanpa ada tindakan langsung.

    @mbak irma: bener mbak, karena dengan perbuatan itu akan lebih efektif

    @mbak dania: iya mbak terimakasih, sudah saya ralat :D bener bener

    @mbak tarry: bener mbak semua butuh adaptasi

    @zacashi: bener, nah kalo yang disampein jelek tapi caranya baik? nah lo wkwk

    BalasHapus
  7. bener juga sih anak ngikutin dari bapak ibunya, tapi kalo sekarang mah fenomenanya giliran bapak ibunya diem ngomongnya pada baik-baik, ga taunya anaknya keseringan nonton sinetron.. apalagi modelnya parade, nontonnya nonstop dari siang sampe malem. akhirnya dia juga ikut-ikutan sinetron deh, 'b*jingan kamu' hehehehe...

    salam kenal yah
    http://audreysubrata.blogspot.com :)

    BalasHapus
  8. Hmmm, cuma pernah denger kata orang sih, kalo orang tua itu juga nggak selamanya bener...

    BalasHapus
  9. ya seharusnya bukan sekedar menyuruh dan memberitahu ya, akan lebih baik kalau ditambah dengan dicontohkan dan diterapkan :)

    BalasHapus
  10. @audrey: salam kenal juga. iya harusnya pemerintah ikut andil dalam perkembangan psikis anak-anak bangsa ya salah satu contohnya dengan sinetron yang edukatif itu. bener bener.

    @mbak ima: karena orang tua kita juga manusia mbak, gak luput dari khilaf

    @mbak tiara: iya jadi lebih ngena!

    BalasHapus
  11. waah, bener juga ya mas.. duh saya jadi gimana gitu setelah baca ini :')

    BalasHapus
  12. lingkungan paling sempit untuk membangun pribadi seseorang adalah dari keluarganya. jadi seperti apa keluarganya, ya begitulah dirinya kelak :)

    BalasHapus
  13. Lebih bijak kita mengatakan, "tidaklah ada yang sempurna dan bebas kesalahan atas attitude seseorang (sekalipun mereka memerintahkan hal-hal yang baik)...".
    Kita yang kena perintah (yang diperintah) jauh lebih bijak melihat apa kemanfaatan dari isi perintahnya (sekalipun perintah tsb disampaikan dengan cara yang tidak ideal menurut pandangan kita).

    Wallahualam...
    Salam kenal. :-)

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: