Jumat, 09 Desember 2011

Ayo Ngeblog: Karena Saya Berbeda


“Blog adalah tempat dimana saya hidup, tumbuh, besar dan bersinar.”

Tinggal beberapa minggu lagi, saya menunggu hari spesial untuk saya. 31 Desember 2011, blog ini akan genap berusia 1 tahun. Blog yang berdiri karena unsur ketidak-sengajaan ini sudah berjuang bersama saya. Jatuh, bangkit bersama, seperti satu jiwa. Blog ini memang tak sepopuler blog seleb blogger yang sudah mulai menjamur dan memang bukan satu formalitas kepopuleran yang saya cari dari kanal ini.

Blog menurut definisi saya pribadi adalah sebuah lembar digital dimana kita bisa berekspresi, berkarya dan tunjukkan kepada dunia. Pertama kali saya mengenal blog adalah saat kelas 9 SMP, tepatnya saat Tugas Akhir mata pelajaran TIK saya adalah membuat dan menggunakan blog.

Saat itu guru saya bertanya, “Apa kalian tahu manfaat dari blog ini?”

Sontak kami diam dan memang tidak tahu apa yang harus kami jawab. Semua menunduk, semua berfikir keras. Saya sendiri hanya memandang keatas lampu-lampu neon yang berjajar tiga sambil menerawang dan berfikir sejenak. Pentingkah blog? Untuk apa? Pikirku dalam hati.

Cukup lama saya melamun sampai akhirnya pekikan suara bariton guru saya memaksa saya bangun.

“Blog adalah diary—“ suaranya dibiarkan mengambang.

Sekelas menatapnya heran. Diary? Pikirku lagi. Kata itu telah mengingatkan saya pada satu momen dimana saya masih menulis deretan prosa berima setiap malam. Bisa dikatakan sebagai diary bisa juga dikatakan puisi. Entah orang menyebutnya apa yang terpenting bagi saya buku saya itu adalah teman terbaik saya waktu itu. Saya memang seorang introvert dengan pembawaan plegmatis yang kental. Pantas dan tidak heran saya memang kurang bisa bergaul dan beradaptasi secara baik dan sempurna. Saya lebih suka mengurung diri untuk sekedar membaca buku atau menulis apapun.

Buku itu, diary saya. Dialah yang akan selalu ada ketika tidak ada seorang pun yang dekat dengan saya sampai akhirnya saya mengingkirkan ‘sahabat’ saya itu karena kesal dengan hidup saya yang monoton dan hitam putih.
Setelah beberapa hari buku itu hilang atau sengaja dihilangkan saya merasa kehilangan. Tapi, rasa kehilangan itu saya tekan kuat. Saya mulai berani keluar untuk beradaptasi, untuk sekedar saling bertukar ide dan pemikiran, untuk hanya bertegur sapa. Cukup sulit memang tapi lama-kelamaan saya nyaman dengan kondisi baru saya ini.

Setelah menginjak bangku SMP, saya merasa ada gejolak lain dalam diri saya. Gejolak akan rasa ingin tahu yang sangat besar. Pilihan hati saya jatuh kepada satu puisi dan cerpen. Waktu itu, puisi pertama yang saya buat mendapat apresiasi yang baik dari teman-teman dan guru saya. Setelah momen itu, ambisi saya untuk terus menulis puisi dan cerpen mulai terangkat. Saya mulai rutin menulis puisi dan cerpen dalam komputer keluarga saya. Saat itu, saya bertekad, saya akan tetap menulis dan tidak akan berhenti menulis.

Ingatan saya terlalu banyak mengilas balik. Kembali ke laboratorium komputer tempat dimana saya pertama kali mengenal blog. Sejak saat itu saya menemukan sosok milenium dari diary saya, diary digital yang bernama Blog.

Sejak saat itu, semangat saya untuk tetap menulis semakin besar. Sampai pada suatu saat, saya merasa putus-asa karena blog saya ini tidak pernah tersentuh oleh siapapun kecuali saya. Saya frustasi dan klimaksnya akhirnya saya memilih untuk berhenti menulis dan mulai berganti ke dunia tarik suara, tepatnya paduan suara.

Menginjak SMA, tepatnya bulan Juni 2011 lalu entah motivasi ini muncul dari mana sehingga saya ingin melanjutkan dan meneruskan menulis di dalam blog. Mungkin karena di SMA saya banyak menemukan hal-hal menarik yang kadang orang tak pernah memperhatikannya. Hal-hal sepele, hal-hal yang dimarginalkan, semua itu menarik untuk saya korek lebih dalam.

Kebiasaan itu semakin tak terbendung akhirnya saya meluapkan hasrat menulis saya ini kembali ke blog usang saya. Saya punya tekad baru, untuk apa karya saya dilihat, saya bukan ingin show off, saya hanya ingin menulis, sesederhana itu. M-E-N-U-L-I-S.

Tiga bulan berjalan, tak pernah saya sangka blog saya ini mulai jalan traffic-nya. Mulai ada beberapa blogger lain yang singgah dan berkomentar di setiap posting saya. Pertama-tama saya aktif kembali saya memiliki konsep blog “Mengkritik sesuatu yang salah yang dianggap benar!” Itu moto blog saya ketika itu. Sukses, dengan konsep ini traffic blog saya naik drastis sampai titik kebosanan itu muncul lagi. Saya bosan hanya dengan begini, saya tidak ingin hanya menjadi air yang beriak tenang, saya ingin menjadi sebuah air terjun yang dinamis.

Sampai pada satu malam, saya merenung di dalam kamar disudut paling gelap dalam kamar saya.
Saya berfikir:

“Sudah waktunya saya berkenalan dengan dunia dan dunia berkenalan dengan saya.”
“Saya ingin dikenal, saya ingin membuat sesuatu untuk dunia dan nggak cuman numpang nafas aja disini. Saya capek cuman ketawa-tawa menghabiskan umur tanpa tujuan. Saya ingin dikenang nanti kalau saya mati. Dikenang terus.”

Malam itu begitu panjang sampai akhirnya saya terlelap dalam rencana-rencana besar akan tujuan hidup saya kedepan. Bukan cuman luntang-lantung jadi pegawai, bukan juga jadi karyawan yang harus menurut kata-kata bos. Saya ingin menjadi pembeda, saya ingin berbeda. Saya tidak mau hanya bisa melihat punggung seseorang dan mengikutinya, saya ingin menjadi seseorang yang dilihat punggungnya dan menatap mentari, merangkai harapan. Kerja keras dan usaha, kunci yang selalu akan saya pegang teguh sampai kesuksesan benar-benar ada dalam genggaman saya.

Setelah itu, saya merombak blog saya total, mulai dari konsep sampai tema. Dari dulu yang terlalu banyak widget-widget tidak penting yang memberatkan blog saya, dari dulu yang berkonsep mengkritik jadi membagikan karya. Semua ini saya lakukan karena satu. Saya ingin beda. Saya ingin dikenang. Saya ingin menjadi Alexander Graham Bell selanjutnya. Bukan menciptakan telepon, saya ingin menciptakan sesuatu yang berguna untuk duniam bukan hanya untuk diri saya sendiri tapi untuk seluruh umat manusia.

Sampai detik ini sudah ada 200 followers blog saya, saya masih belum merasa berbeda dan dikenang. Saya tidak ingin menjadi seleb blogger, saya tidak ingin mencari kepopuleran instan. Saya mencari satu jati diri yang beda, saya ingin berguna. Dikenal dan dikenang karena berguna bukan karena sensasi.

Pesan terakhir dalam posting panjang saya kali ini adalah untuk kalian yang saat ini masih merasa jadi pengikut, bangkitlah jadilah pemimpin. Buatlah orang lain mengikutimu bukan malah sebaliknya. Kalian itu unik dan beda hanya kalian belum mengeksplor diri kalian lebih jauh sehingga belum tahu keunikan yang bisa menjadi senjata kalian untuk menjadi beda dan berguna. Bukan menjadikan diri kalian tersingkirkan atau termarginalkan, buat diri kalian menjadi seseorang yang baru, yang belum ada duanya. Dan hiduplah dalam dunia yang kau anggap nyaman jangan meniru orang lain sedangkan dirimu sendiri tersiksa.

Selamat menjadi beda kawan, saya menunggu kalian untuk menjadi beda. Saya menunggu kalian untuk bersama bergandengan tangan dalam perbedaan dan menjadi satu kekuatan yang utuh. Kita lain karena kita berbeda. Karena saya sendiri mencoba untuk tetap beda.

Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Ayo Ngeblog: Saya Ngeblog, Kamu…??!! pada blog duniamuam

22 komentar:

  1. keren banget kata-katanya. menggugah.

    moga sukses ya....

    BalasHapus
  2. kereeeen .. jadi pingin ikutan hahaha
    btw itu harus pake bahasa indonesia baku nih o.O alamat susah --a

    BalasHapus
  3. sukses coy.. wish you all the best

    BalasHapus
  4. oke..postingan ini didaftarkan sebagai peserta..
    terima kasih atas partisipasinya... :)
    memang,,blogging adalah salah satu cara rekam jejak kehidupan, melalui media digital...

    BalasHapus
  5. menggugah lidah saya utk berujar
    goblog karena blog?kagak ada dalam kamus saya hahaha seeep

    BalasHapus
  6. buatlah orang lain mengikutimu bukan sebaliknya #keren
    salam kenal

    BalasHapus
  7. terharu...nangis mewek..
    "Ris, banjir... woy, banjir..."
    *ambil perahu*

    BalasHapus
  8. Air terjun memang dinamis
    Meluncur, menabrak dataran rendah
    Tak perlu lagi mengemis
    Menjadi beda memanglah indah

    Aku juga gak mau hanya melihat punggung orang, ku hanya ingin jadi sesuatu yang dikenang orang ^_^

    BalasHapus
  9. hidup blogger.. !!
    sukses bwt kontes blognya ya..

    BalasHapus
  10. banyak manfaat blog..tapi intinya cuman: tergantung kita mau menjadikannya apa.. sarana POSITIF atau NEGATIF..

    PS: orang terkenal bukan karena hasil pengen..tapi hasil 3 cairan: keringat, darah, airmata!

    Salam..

    BalasHapus
  11. Blog menuangkan kisah kita, menuangkan pikiran dlm tulisan yg bisa dibaca seluruh dunia tanpa batas pemisah. dan selama hostingnya 'aman', postingan kita akan abadi selamanya. ^^

    Salam kenal

    BalasHapus
  12. woow, kata2nya keren! :D

    moga menang yaa, hehe

    BalasHapus
  13. Ibu Juri datang...

    Blogger memang berbeda, karena tidak semua orang di lingkungan kita memiliki blog :)

    BalasHapus
  14. saya senang dengan tulisan ini. saya juga suka berbeda. perbedaan kan indah, kata bapakku :D

    salam kenal hima rain

    BalasHapus
  15. waah saya juga pertama kali kenal blog waktu kelas 9 SMP di kelanin guru TIK :D
    terus minta di hias ini itu sama temen saya yang jago. tapi pada pada akhirnya saya bikin blog baru dan mulai dari 0 lagi.

    sukses ya kakak. keren banget! :D

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: