Jumat, 05 Agustus 2011

Saya Kembali Lagi dengan "Abadi"

Halo sahabat-sahabat blogger, sudah lebih dari tiga minggu saya tidak posting dan tidak update blog. Kangen rasanya, tapi keadaan dan waktu nggak mengizinkan saya untuk kembali ke dunia per-blogger-an ini. Hanya hari ini dan mungkin tidak akan seproduktif dulu. Mungkin hanya dua atau tiga kali seminggu saya akan posting. Ya segala sesuatu yang dijalani bebarengan harus ada yang mengalah dan harus ada yang di prioritaskan bukan?

Kelas XI IPA, ternyata gak sesimpel dan gak semudah tulisannya yang hanya terdiri dari tiga huruf—I, P dan A. Banyak hal yang harus saya kuasai dan handle sendiri dan terpaksa saya harus ngorbanin blog saya ini. Tapi karena menulis adalah satu dari kepingan jiwa saya, tidak mungkin saya bisa menghilangkan kata MENULIS dalam kamus hidup saya.

Untuk pembukaan, saya akan memposting puisi terbaru saya. Wah agak narsis, siapa juga yang mau lihat coba? hehe.
Puisi ini lahir baru saja, baru saja saya ketik seusai jum'atan ketika saya sedang sendiri di teras atas rumah. Sendiri, sepi tapi fikiran ini tidak dan puasa tidak menghalangi saya untuk tidak memproduksi karya sastra.
Puisi ini terinspirasi dari seorang gadis, gadis berinisial RAT. Gadis yang pernah ada dan saat ini masih akan dan akan terus ada di hidup saya. Walaupun kedekatan kami tidak seintens dulu. Ini puisi "simple" bertajuk "Abadi" yang mungkin setiap orang yang membaca mengerti apa maksudnya:


Aku pernah mencintaimu, aku pernah mendambakanmu..
Aku pernah impikanmu jadi milikku..
Tapi aku tepis semua itu, karena itu adalah AMBISI

Aku pernah cemburu jika kau dekat lagi dengannya,
Aku pernah melarangmu kembali dengannya,
Tapi maaf jika caraku salah, aku sadar itu NAFSU

Aku pernah jatuh karena kamu, karena sikapmu
Aku pernah terbang ke angkasa, itupun juga karena kamu
Dalam hati ini, aku kembali terjaga itu KELIRU

Kini, lagi-lagi aku menatap cermin dan kembali memotivasi diri
Kau bukanlah milikku, dan tak akan menjadi milikku!
Aku tahu aku hanyalah SAHABAT yang selalu ada untukmu.
Pundakku pernah jadi tumpuhan kepalamu
Tanganku saksi bisu di setiap lelehan air matamu

Kini, kembali dan kembali..
Aku tersadar, betapa kau sangat berarti.
Aku tak ingin kau tahu, rasaku padamu.
Aku hanya ingin kau tahu, kita bersahabat dan tak punya cinta diantaranya.

Aku tak ingin menorehkan sedikit pun luka di hatimu.
Karena rasaku padamu tak pernah beradu, hanya berlabuh.
Sebuah ketulusan, dalam hati. Walau sakit..

Biarkan semua seperti air,
Mengalir dari hulu ke hilir,
Walau kadang tak jernih, aku ingin selalu jadi bayanganmu.
Yang ada di sampingmu, di setiap langkah mungilmu.
Walau kau tak pernah anggap aku, sebagai BAYANGANMU.

Karena cinta ini tulus,
Karena sayang ini murni,
Karena semua rasaku padamu, abadi..

Semoga sahabat-sahabat sekalian menikmati puisi saya ini dan saya ucapkan pada diri saya sendiri, "SELAMAT DATANG KEMBALI KE DUNIA BLOGGER" salam sejahtera. :D

11 komentar:

  1. Wow salut dech. . . . Msh mau menjadi bayangannya meskipun dia tak pernah menganggapnya.
    Persahabatan emang jauh lbh indah dr percintaan kayaknya
    Semangat lg aktif lg yuk hehe

    BalasHapus
  2. @bang feby: iye bang wong nulisnya pake hati gimana nggak dalem haha XD

    @mbak tarry: iya mbak, mencintai itu nggak harus memiliki. haha
    iya kebetulan lagi free jadi bisa ngeblog

    BalasHapus
  3. puisinya bagus mas, saya suka yg bait terakhir :)

    BalasHapus
  4. welcome back :)
    tambah bagus yaa postnyaaa :)

    BalasHapus
  5. kalau w sekarang rajin update content karena kerja dah via home :)
    kagak usah pusing ke kantor lagi,heheh
    dah saya follow blog'a gantian ya follow back blog saya

    BalasHapus
  6. @mbak rakyan: iya mbak terimakasih :D

    @mbak dania: iya makasih mbak :D

    @andy: okee keep your spirit on blogging.

    BalasHapus
  7. RAT = Rizki Andaka Tratama?

    Bagus om, asli. merinding disko gw.

    Tapi kok gua ngerasa ada bagian yang kurang ya. kayak dipaksakan ada gitu.. :)
    soalnya ada bagian yang agak gak "ngerinding" bacanya..

    Tapi tauk ah ya..gua kan #doktergigigaul bukan #pengamatsastragaul krik krik krik

    BalasHapus
  8. puisinya buat aku aja yah :)) Ahaha.
    nice poem Andaka ;)

    BalasHapus
  9. wah, panjang gitu bisa jadi lirik lagu tuh.

    BalasHapus
  10. @dok: iyee dok, soalnya saya ngejar setoran buat posting soalnya. jadi belum kesunting itu puisi XD maaf :(

    @mbak radira: haha buat sapa aja boleh :D makasih complimentnya mbak XD

    @bang yus: iya tinggal tunggu siapa yang mau nyanyiin *kalo ada yang mau* hahaha makasih bang udah komeng :D

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: