Jumat, 12 Agustus 2011

The 16th Birthday and the "Wish List"

Selamat saur sahabat blogger semua, dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Kemarin kerjaan saya di rumah cuman jeprat-jepret sambil megang laptop buat cari-cari bahan dan ide buat nerusin nulis novel. Bongkar-bongkar arsip dan isi brankas mbah Google, eh nggak tahu kenapa, melihat kata “wish” jadi keinget sesuatu.

Kepala saya muter tujuh keliling, keinget sesuatu yang penting dari kata wish itu, mungkin sindrome bulan puasa, otak jadi malas mikir dan isinya lemes melulu. Buka-buka catatan-catatan di hape eh ternyata nemu tuh yang namanya “Wish List” saya. [entah grammar-nya bener atau salah]

Catatan “Wish List” saya ini tercatat saya tulis pada tanggal 8 Juni 2011, tepat di hari ulang tahun saya yang ke-enam belas. Saat itu momen paling indah bersama sahabat-sahabat saya, pagi-pagi sekitar jam enam, ini nyawa belum balik ke peraduan, kamar udah muncul 3 orang, yang membawa kue ulang tahun blackforest berwarna plain brown.

Kaget bukan kepalang sekaligus senang karena baru ulang tahun ke-enam belas ini teman—sahabat—saya datang ke rumah pagi-pagi cuman buat ngerayain dan saya benar-benar tidak mengetahui apa-apa. Keceriaan tersebut berlanjut dengan acara peniupan lilin kecil-kecilan sambil menyanyikan lagu “Happy Birthday”


Kemeriaan nggak berhenti disana saja, tiba-tiba dari belakang, saya dilempari sama setumpuk tepung, sudah dasar muka jelek belum mandi, kena tepung jadi tambah menawan ancurnya. Kira-kira seperti ini bentuknya.

Yah, Back to the Topic. Tentang Wish List, daftar itu kami buat berempat sesaat setelah acara lempar-lemparan tepung usai. Capek. Eh nggak tahu kenapa buat kado tambahan mereka ngusulin buat ngebikin Wish List. Kata mereka, “Ah nggak papa untuk kenang-kenangan masa kelas X! Kan mungkin aja nanti kita kepisah kelasnya di kelas XI.”
Yah, jangan panjang lebar ini daftar Wish List kami:


·         Wish #1: Ya Tuhan, semoga sekelas lagi kita berempat.
·         Wish #2: Tidak ada yang boleh berubah.
·         Wish #3: Sukses dengan cita-cita masing-masing dan tidak boleh saling melupakan.
·       Wish #4: Kalau-kalau tidak sekelas, harus sering ngadain ngumpul bersama. Basecamp dirumah Andaka.
·         Wish #5: Gak boleh sering-sering cekcok.
·         Wish #6: Buat kenangan-kenangan manis selama masa-masa akhir kelas X ini.
·         Wish #7: Foto-foto untuk mengabadikan momen-monen ini.
·         Wish #8: Sering-sering ngadain belajar bersama.
·         Wish #9: Jaga komunikasi dan tetap terus dan intens memberi kabar satu sama lain.
·      Wish #10: Jika dewasa nanti, kita harus janji, kita punya satu keberhasilan yang bisa saling kita pamerkan satu sama lain.

Itulah Wish List yang kami buat, mungkin terlalu childish, saya aja yang kemarin buka-buka file lama terkikih geli membacanya, tapi se-childish apapun itu tetaplah kenangan, suatu kenangan manis yang tak akan pernah bisa kami—saya terutama—lupakan. Suatu bentuk klise kehidupan remaja yang manis, pahit. Kadang saya juga berfikir, saya tidak ingin menjadi dewasa dan memikirkan banyak permasalahan yang rumit. Tapi tentu itu tidak akan mungkin, cepat atau lambat umur akan semakin memendek, saya akan semakin menua dan lambat-laun saya akan menjadi sosok yang dewasa dan harus meninggalkan semua kenangan-kenangan indah ini demi masa depan dan keluarga saya nanti, tapi setidaknya saya sudah punya bahan obrolan ringan tentang “Masa Muda” untuk kemudian saya ceritakan kepada anak saya kelak. Oh indahnya masa SMA. I’ve missed it, We’ll always have each other. Kita berempat. J


11 komentar:

  1. Masa sma hny tnggl kenangan. Dulu akrab skrng sudah sibuk dgn khdpn masing2 hehe

    BalasHapus
  2. The most beautiful discovery true friends can make is that they can grow separately without growing apart.

    BalasHapus
  3. jadi udah berapa wish di wishlist-nya yang terkabul?

    BalasHapus
  4. @mbak tarry: karena di dalam hidup ini menurutku harus ada yang diprioritaskan dan harus ada yang dikorbankan, karena kadang manusia tdk bisa menjalani semuanya secara bersamaan :) bener nggk sih mbak?

    @Bang Claude: two thumbs up buat quotenya bang Claude \m/

    @dok: wish #2, #4, #5, #6, #7, #9 dan berharap wish #10 bener2 dan harus terkabul :D

    BalasHapus
  5. hahaha.. Kebayang serunya saat itu. Childis? Kalian emang belum bisa dibilang uda dewasa.. #piiisss...

    Ngomong2 soal wish list, jadi inget dapet 400ribu dari paypal wish list cuma ngelist hal2 yg diinginkan.. haha :D

    BalasHapus
  6. semoga tercapai semua impian dan cita2nya..
    semoga sekelas lagi sama temen2nya yah dek^^
    ciye.,.. ultah niye :P

    BalasHapus
  7. aaaa co cwit cekali paaak..
    aku juga pernah pas kelas 7 duluuu. Di kasi surprise sahabat2 pas pagi2 di sekolah

    Yep. Sekali seumur hidup :(

    BalasHapus
  8. waaah seru ya :D
    semoga long lasting friendship ya soalnya nemu temen yang baik itu emang sush

    BalasHapus
  9. wish list friendship :)
    wow nice.. masa muda memang masa yang berapi-api kata Bang Oma juga. hehehehehe..

    BalasHapus
  10. @mbak indah: emang masih childish mbak, banget!! eh 400rb gara2 wish list ajarin dong mbak, oh yaa kenapa yaa setiap buka blognya mbak Indah selaluuu trouble gak bisa dibukaa --" gak bisa BW kesana

    @mbak eiz: waa, amin amin. sekelas lagi? *tutupmuka* kan tahun ajaran baru sudah jalan sebulan, ya jelas sudah nggak ada harapan buat sekelas lagi mbak. Coret wish list #1. hmm ultah :D udah dua bulan yang lalu :P

    @nak riska: iyaap sekali seumur hidup, dan tepatnya di ulang tahun ke enem belas. jadi berasa melambung ke langit ketujuh ketemu banyak bidadari ~^^

    @mbak tiara: haha iya mbak seru :)
    aminn. iya soalnya nemuin temen2 yang bener2 tuluus mau temenan dan bukan karena satu alasan itu susah.

    @mbak irma: iya mbak :D tapi masa itu pun kelak akan berakhir dan api2 itu akan padam seiring berjalannya waktu :(

    BalasHapus
  11. Childish? Ah, itu tak masalah, karena pada dasarnya ada sifat childish atau kekanak-kanakan di dalam diri manusia. :)

    Selagi masih remaja, nikmatilah. ^__^

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: