Rabu, 29 Juni 2011

Konser: Simfoni Kehidupan yang Berliku

Hai pembaca, hari yang cerah bukan? Kali ini mau ngobrolin tentang novel yang seru lagi. Novel bercover abu-abu dan bergambar grand piano hitam ini novel terbitan Gramedia tahun 2009. Mungkin lagi-lagi pembaca bertanya, “Kenapa sih, bahas novel-novel lama? Dan juga gak terkenal pula!” Saya akan jawab, pertanyaan para pembaca. Mengapa bahas novel lama, bukannya suka bahas novel lama, mungkin lebih karena novel ini bagus untuk diperbincangkan dan mengapa sukanya bahas novel-novel yang kurang terkenal, bukankah novel-novel seperti ini jarang dibaca orang dan kebanyakan orang tak tahu betapa bagus isi dari novel tersebut. Toh novel-novel dengan embel-embel, “best-seller” belum tentu sebagus novel-novel “tersembunyi” seperti novel yang satu ini. Novel ini berjudul, KONSER. Singkat padat jelas. Konser, membuat saya tertarik waktu pertama kali melihat novel ini terpampang di rak buku di perpustakaan depan rumah.Novel karya Meiliana K. Tansri ini menarik perhatian saya karena tema utama novel ini adalah musik, biola khususnya. Tetapi tak hanya itu di dalam novel ini juga tersaji intrik cinta yang panas. Bagaimana ulasan lengkapnya, yuk kita bahas sama-sama.

Cover depan
Novel ini bercerita tentang seorang gadis penggesek biola yang bernama Kirana. Kirana, seorang gadis yang mendapatkan biola turun-temurun dari kakeknya. Ayahnya sudah meninggal, ia tinggal bersama Ibu dan satu adiknya yang bernama Lidya dan Robert. Kirana tergabung dalam ensembel Simfoni Bintang. Disini ia mendapatkan banyak kawan, terutama Fajar, seorang penekan tuts piano yang sudah lebih lama melanglang buana bersama Simfoni Bintang. Kirana diam-diam menyimpan rasa kepada Fajar walaupun ia tahu Fajar sudah mempunyai seorang istri. Seiring dengan kebersamaan mereka di Simfoni Bintang, hubungan mereka semakin dekat dan Fajar mulai menaruh hati pada Kirana. Kedekatan mereka mulai diendus oleh istri Fajar—Elise. Elise yang mulai curiga dengan kedekatan suaminya dengan Kirana, ia mulai mencuri-curi waktu menemui Kirana. Tapi bukannya beretikat baik ke Kirana, ia malah merusak biola Stradivarius milik Kirana dengan menggoreskan kata SUNDAL (maaf) diatas body biolanya. Rusaknya biola itu membuat Kirana bertemu dengan kolektur musik bernama Sastro. Bersamaan dengan itu ibunya tengah sakit parah karena kanker. Hal ini memaksa Kirana untuk menjual Strad­-nya. Tetapi waktu memang tidak sedang berpihak pada Kirana. Ibunya meninggal dan biolanya sudah hilang berganti uang tiga ratus juta rupiah. Akhirnya ia mendapat ganti biola lain. Singkat cerita, Kirana akhirnya menikah dengan Sastro karena itu adalah satu-satunya jalan agar ia dapat kembali Stradivarius­-nya. Tetapi, Kirana sudah hamil dengan Fajar? Apakah yang terjadi selanjutnya, ceritanya semakin panas bukan. Jika ingin mengetahui kejadian selanjutnya, baca dan nikmati intrik-intrik yang lebih lengkap di dalam bukunya.


Cover belakang
Dan lagi-lagi saya mohon maaf, saya tidak bisa memberikan arahan rinci tentang harga dan dimana pembaca dapat membeli buku ini, saya menyarankan anda datang ke toko buku Gramedia dan coba carilah, mungkin butuh sedikit perjuangan mendapatkan buku yang sudah dua tahun lalu terbit ini. Saya pribadi yakin apabila para wanita membaca novel ini akan tersentuh hatinya dan tak kuasa menahan air mata. Mama saya adalah contoh wanita pertama yang saya ketahui menangis membaca buku ini. Kalo saya sendiri membaca buku ini jadi prihatin melihat sosok Fajar yang dilematis dan sosok Sastro yang pasrah dan nedo nerimo. Mereka adalah sosok lelaki yang memberikan pelajaran berharga bagi saya agar tidak menjadi seorang yang dilematis dan seorang yang gampang pindah ke lain hati. Saya bisa belajar tentang komitmen seorang lelaki kepada seorang wanita dan harus bertanggung-jawab terhadap pilihannya—wanita yang dipilihnya untuk dinikahi. Karena pilihannya hanya ada satu dan saya yakin Tuhan menciptakan kita hanya mempunyai satu pasangan, satu laki-laki diciptakan untuk satu wanita.


Nb: Stradivarius= Salah satu biola termahal di dunia yang dibuat dengan tangan seorang pengrajin bernama Antonio Stradivari [1644-1737]
Nedo nerimo= Ungkapan dalam bahasa jawa yang berarti lapang dada

4 komentar:

  1. aku belom selese baca bukumu iniii..!! waktu itu blom ada 5 lembar kalo gak salah wkekekekek

    Weh ada nama BINTANG! omigod omigod omigod omigod omigod omigod omigod!

    BalasHapus
  2. wah penasaran deh gimana akhirnya nasib kirana.
    aduuuh .. itu kok kirananya jadi hamil? hiks. tapi kirana kayaknya gak cinta sm sastro yah ka?

    BalasHapus
  3. @nak Riska: haha itu bukan nama orang, itu nama orkestranya, orkestra SIMFONI BINTANG hehehe mesti deh alay lek ada nama bintang

    @i-one: kalo mau beli silahkan tapi maaf aku gak bisa kasih arahan jelas tentang belinya buku ini, soalnya aku jugaa nggak beli :) aku ambil di perpus :D

    @mbak euis: wah penasaran ya mbak, beli dong abs itu baca. sumpah bikin mewek katanya mama sih :D hehe

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: