Sabtu, 31 Maret 2012

Manusia Penghisap Darah


Kamu tahu darah?

Disaat aku bermimpi, meminumnya seteguk demi seteguk, tenggorokanku bak oasis di padang pasir, melegakan. Aku mulai dari bagian paling yang atas yang membuih dan berwarna lebih terang. Rasanya manis, buih-buih yang menggelembung diatas seperti gula-gula yang biasa kunikmati waktu kecil dulu. Sampai bagian dasar, yang mengental, kehitaman. Rasanya sedikit getir, tapi memunculkan kenikmatan tiada tara, tentang darah.

Kamu mengerti tentang darah?

Hal yang sangat kucintai, meminumnya di tengah malam, ketika tak seorang pun melihatku melakukannya. Hanya sendirian, terkadang, aku memakannya, tikus-tikus itu menjadi kering-kerontang setelah lehernya kuhisap kuat. Seperti heroin, candunya yang wangi menusuk-nusuk faringku kuat. Ia candu, adalah satu aspek yang akan membuat jantungku tak berdetak bila tak dapat menyesap-nyesapnya.

Aku mau darah ....

Aku mau darah, saat ini, aku mau darahmu, wangi dan merah. Mendekatlah, kemarilah .... Darahmu yang terpompa dari bilik dan serambimu kuat. Aku dapat merasakan hangatnya, seperti cocktail yang menghangatkan tenggorokanku saat remaja aku mulai mencobanya. Sekali lagi, mendekatlah, sayang. Dekaplah aku, cumbui aku, di tempat ini.

Sayang, aku benar-benar menginginkan darahmu ....

Teruskan, teruskan nafasmu yang mulai menyatu dengan desau-desau desah nafasku. Rasakan, rasakan ia mulai menghangatkan kita ditengah badai salju ini. Darahmu ... Semakin lekat aku mendekapmu, rasanya, aku benar-benar bisa menjilat sedikit demi sedikit darahmu. Terasa sangat manis di ujung lidahku.

Sampai detik aku bisa menghisapnya, nikotin-nikotin yang menyerap bersama hemoglobin dalam darahmu ....

Tusukan pertama, jalan membuka nadi-nadi dengan deras darahmu. Rasanya … membuatku ingin terus merasakannya, menetes perlahan lewat sudut bibirku, darah yang manis, darahmu, sayang.


Sayang, sayangku. Darahmu, kini milikku. Manisnya, juga punyaku. Sayang, aku ingin menyesapnya terus, dari taring-taringku yang menusuk lehermu perlahan. Dari sana, aku hidup. Dari darahmu yang membawa kehidupan bagi kaumku.


Mereka, terselubung di luar sana. Hidup diantara manusia sepertimu. Para yang haus darah, manusia penghisap darah.

11 komentar:

  1. demi apa aku mbayangin kamu nyembeleh orang habis itu darahnya kamu minum dan dagingnya kamu panggang serta matanya kamu buat sate ususnya kamu buat gantungan dan bagian tubuh lainnya kamu museumkan kak -________-

    BalasHapus
  2. Ahelah bang =..= Ini sesuatu banget postingnya hahaha XD Aku mau tanya aja deh, ada maksud terselubung gak di balik posting ini? :D

    BalasHapus
  3. Jangan hisap darahku, darahku pahit. Jangan hisap darahkuuuuuu....!

    *lebay nih...

    BalasHapus
  4. Wah bagus juga postingan ini..
    terus semangat posting, untuk kemajuan bangsa dan negara..

    salam kenal

    Habluez Share ( Tutorial Blog & SEO )

    BalasHapus
  5. ketika aku membacanya, seakan tubuhku terhisap darahnya. nice postingnya. tetap semangat.

    BalasHapus
  6. HIsap darahku bang, hisap darahku! =,=
    kok kesannya jadi horror yah? haha

    keren tapi :3

    BalasHapus
  7. ehhh, aku jadi ingeti film Twilight :D

    BalasHapus
  8. Deskripsinya keren :)
    Aku hampir percaya kalo kamu itu manusia penghisap darah beneran :))

    BalasHapus
  9. Vampire? emang Vampire itu sungguhan ya?

    BalasHapus
  10. mas, ngasi masukan nih.
    Dari pada ngisepin darah orang, mending darahnya itu di donorin aja buat orang yg lagi sakit ;)

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: