Sabtu, 01 Oktober 2011

Bebintang dalam Kenangan

Taken with SONY DSC W-220 CyberShot w/ flash | Editing by Photoscape
Dikutip dari perjalanan hidup saya, Ratih dan kekasihnya.


Angin menggeser posisi bebintang di langit yang terang penuh warna kerlap-kerlip. Bebintang hanya tenang dan mengalir bersamanya. Cahaya bintang yang redup itu semakin kalah binar oleh bebintang baru yang lahir semakin banyak. Ia seorang bintang tua yang sudah semakin melagu sendu.

"Kemana aku kau bawa, duhai angin?" tanya bebintang lembut.
"Ke tempatmu berasal," jawab angin bangga.

Angin berhembus semakin dalam, menyentuh sanubari bintang-bintang yang kian redup karena berada di tempat yang salah. Bintang itu hanya menuruti tanpa ia bisa menolak karena memang angin memegang kendali akan ia, akan kartu matinya. Ia melihat ke depan, ke galaksi yang ia belum tahu namanya. Ia melihat galaksi itu begitu gelap. Hitam dan dingin. Dimana? Dimana matahari dan para bintangnya? Pikir bintang itu.

“Nah inilah asalmu, inilah tempat terakhirmu,” kata anging sambil memberikan hembusan lembut mengarahkan bintang ke arah angkasa hitam yang dingin itu.
“Tegakah? Tegakah kau membiarkanku bersama dia?” bebintang menunjuk ke arah angkasa hitam di depannya.
“Inilah yang terbaik bagimu bintang—“ ia tidak meneruskan kata-katanya, seperti tersangkut diantara faringnya.
“Aku menemukan satu keraguan di dalam hatimu, angin.”
“Aku bukan ragu aku hanya memantapkan hatiku, untukmu.”
“Untukku? Inikah? Membuangku begitu saja di tempat terasing seperti ini?” tangkis bebintang yang semakin tidak mengkerlip.
“Iya, disinilah. Disinilah tempatmu akan bahagia,” ucapannya bergetar, lalu angin pergi sambil memalingkan muka pada bintang itu.

Bintang menunduk, ia harus menerima apapun pilihannya, walau kadang terasa pedih, perih. Angin yang sudah semakin jauh berlari pergi kali ini menangis. Apa benar keputusanku, Tuhan? Tapi ia tetap melangkah, pergi semakin jauh dan akhirnya ia berhenti. Menatap kembali ke belakang.

Ia menatap cahaya bintang itu akan mati, mati dalam angkasa hitam yang terasingkan. Tapi ia bahagia ia bisa melihat bintang tak melihatnya yang busuk, yang rusak, yang kotor. Lalu, ledakan atom yang terasa menghemparkan membuat mata angin nanar sekejap.

Ia tak melihatnya lagi, bintang redup yang telah menemaninya selama ini. Ia kini menjadi debu, bercampur dan berbaur dalam hitamnya angkasa asing. Yang tak tahu kapan akan terisi kembali oleh bebintang seperti itu. Debu yang dulu bintang terang yang sekarang tersenyum. Kini hanya cahayanya yang akan tetap ada dalam hati angin yang kini mengembara sendiri dalam galaksi yang kejam akan peranakan Tuhan.

Ditulis dalam keputusan yang salah
tergopoh dan tertatih
Bahagia atau tidakkah?

13 komentar:

  1. Wah, spicles mau coment apaan, dramatis :D
    Pokoknya keep posting yey !

    BalasHapus
  2. Masa depan ga ada yg tau, yg penting kita berani memilih dan bertanggung jawab atas pilihan kita tersebut ;p

    BalasHapus
  3. setuju ma Om Keni...

    btw keren nih bahasanya hehe

    BalasHapus
  4. Dalam mengambil sebuah keputusan tak semuany salah hanya saja kurang tepat.percayalah semua hasil keputusanmu adalah yang terbaik..yakinlah suatu hari nanti kw mndptkan seseorang yang lebih baik dariny
    Cemunguutt...:D

    BalasHapus
  5. Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai. Satu tetes air mata tu menyapa air mata yg satu lagi," Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?". Jawab tetes air mata kedua tu," Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja." Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu. Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Kerana Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

    BalasHapus
  6. tp hati2 loh dgn bintang sebener2nya bintang kalo dekat pasti panas,,bintang cukup dpt diliht dr kejauhan,nah loh,,salam kenal ya sob, tempat follownya kok gk ad y

    BalasHapus
  7. no comment deh, keren banget
    keep posting ! :D

    BalasHapus
  8. Biarlah kenangan itu jadi bagian masa lalu. Hidup ini mesti harus terus berjalan..

    BalasHapus
  9. Like this post.. Kunjungan perdana sob, salam kenal

    BalasHapus
  10. aq tau ap yg kamu rasakan ndak.
    hahaha.

    BalasHapus
  11. @amalia:Tuhan hanya menganugerahkan satu keping hati kepada kita, sebab Tuhan sayang kepada kita. kalau Tuhan memberikan 2 keping hati, dimana mau ditaro organ limpa?

    PS: Keren Ki..

    BalasHapus
  12. Banyak angin ya dicerita ini... saya jadi masuk angin nih (_ _")

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: