Senin, 10 Oktober 2011

For Inggit: Lavender

Ia menatap kedepan menerawang pandang ke hamparan lavender keunguan yang sedang merekah. Ia tersenyum dengan kacamata-nya yang ikut tersenyum, angin yang memainkan helai demi helai rambut ikalnya membuat ia semakin terbawa ke angkasa. Ia merentangkan tangan sembari kedua tangannya menyentuh pucuk-pucuk lavender yang sedang bercumbu bersama deru angin. Lalu ia merenung, muram dan kosong, ini hariku, hari bahagiaku, tapi aku tetap sendiri, tanpa seorang pun menemani, inikah takdirku, Tuhan?

Lalu angin seakan berontak dengan isi hatinya, ia semakin berhembus kencang, semakin kencang lalu mereda bersamaan dengan benda halus yang menteyentuh ujung hidungnya. Ia tersentak lalu membuka matanya perlahan. Pandangannnya nanar beberapa detik dan kemudian jelas. Ia melihat seorang pemuda tersenyum padanya sambil memberikan ia sepucuk lavender yang baru mekar, ia suka lavender itu, sebuah lavender mungil spesial berwarna biru yang berbeda dengan lavender-lavender lain di padang itu.

"Untukmu," kata pemuda itu lalu tersenyum kecil.
Gadis itu membalas senyumnya dan meraih lavender spesial itu dari tangan lelakinya, "Dan kau tak perlu bersusah payah memetik ini diatas puncak kerinduan, aku hanya butuh seikat ucapan dan segumpal memori yang masih kau simpan—” kata-katanya menggantung.
“Tapi dengan tanganku yang rapuh, aku hanya bisa merengkuh sekuntum lavender cacat yang juga rapuh seperti ini,” timpalnya kepada gadis itu sambil menatapnya dalam.
Mata mereka saling bersinkronasi, ada sebuah rindu diantara mata hitam dan cokelat mereka yang saling mengadu. Mereka menyatu.
“Tapi, bukankah ini sebuah kuntum sempurna diambisi terakhirku.”
Lelakinya terdiam.
“Aku tahu, tak perlu sebuah lavender cantik nan sempurna untuk mengapresiasikannya, yang aku butuh hanya sebuah kilasan ingatan yang masih selalu kau ingat di hari ini, hari istimewa bagiku, jugakah bagimu?”
“Tentu, sendiri aku hanyalah sebuah kelopak lavender tanpa mahkota dan kau hanyalah sebuah mahkota biru mungil yang tak kunjung merekah—“ mulut lelaki itu ditutup jari telunjuk gadisnya.
“Biarkan aku yang melanjutkan.”
Lelakinya mengangguk.
“Dan bila kita bersama, kita adalah lavender indah yang sempurna dengan kelopak biru yang berbeda.”
“Seperti kasih kita, membiru diatas kerinduan di awal mula perjalanan dan berakhir di ujung penantian semu,”
“Dan kita adalah, sebuah biru lavender yang akan merekah diujung musim semi.”
Lalu mereka berdua menutup mata dan kembali ke dunia masing-masing; kenyataan yang tak semudah dalam fiksi mini yang tersutradara.

THIS IS DEDICATED TO: Inggit Puspita Riani a.k.a Inggit Inggit Semut,
Happy Birthday, semoga hadiah ini bisa menjadi hadiah terindah di hari jadimu yang ke-17

Terima kasih, sudah bisa menjadi kakak, sahabat dan teman yang baik untukku,
dan maaf aku hanya bisa memberikan ini, sebuah fiksi mini yang terlampau jauh bila dikatakan sempurna.
Sekali lagi, Sweet Seventeen, Nggit. 

24 komentar:

  1. heee keren sekali hadiah ultahnya :D
    menurutku ini pasti menjadi salah satu hadiah terindah buat the birthday girl :)

    BalasHapus
  2. "Seperti kisah kita, membiru diatas kerinduan di awal mula perjalanan dan berakhir di ujung penantian semu"

    Mantab Gan ! ! :2thumbsup

    BalasHapus
  3. wahh.. iri..iri... hehehe

    kmrn tgl 4 aku ultah ga da yg ngasih bginian.. hahaha :P

    BalasHapus
  4. weh weh ane mau donk dibikinin kek gini
    :D

    BalasHapus
  5. Wow, sweet seventeen? Selamat ya git, hehehe

    BalasHapus
  6. selamat buat inggit

    btw keren juga nih kata-katanya. Biasanya gw baca post kayak gini tengah malem, biar terasa atmosfirnya..

    BalasHapus
  7. WOOWWW.... Jika itu ditujukan padaku, pastinya bisa jadi kado terindah dalam hidupku *ngarep*
    keren banget! Tetap berkarya sobb dan jadilah penerus sastrawan Indo agar sastra Indo tetap terjaga di era Globalisasi ini.

    BalasHapus
  8. Selamat ulang tahun untuk yang berulang tahun. :D

    BalasHapus
  9. Sweet seventeen ya inggit inggit semut :D

    BalasHapus
  10. uwww, poto inggit seksehh masbro...ahuhuhuhu
    #bisa bisa jadi hadiah terindah hehe

    BalasHapus
  11. this is sooooooooooo sweet heheheh.
    gak capek capeknya deh gue bilang kalo gue suka banget tulisan lo. ini tuh tulisan lo yang paling bagus, dak. secara di tulisan ini ngomongin tentang gue sih hahahahaa

    BalasHapus
  12. ooh inggitu ulang tahun tokh? met ultah deh buat dia... hehehe....

    eh baek banget lo yah bikinin cerita yah? wah jangan-jangan, jangan-jangan nih? :p

    BalasHapus
  13. nak... itu gapapa tuh... fotonya bajunya mlorot2 gituh??? :P

    BalasHapus
  14. selamat ulang tahun inggit. nanti kalau Sheno ulang tahun, dikasih fiksi mini juga ya ;D

    BalasHapus
  15. Wah telat ni... tapi tidaklah ada problem walaupun terlambat tapikan masih hangat!! bukan begitu? hehe Selamat Ulang Tahun ya?? Moga Sukses selalu & yang terpenting Exis juga :D

    Datang berkunjung kali ini hendak bagi-bagiAward sahabat.. ada Award untuk sahabat, silahkan dijemput & Eksekusi ya?

    Salam Sahabat Blogger "Berbagi Kreativitas"

    BalasHapus
  16. Hey, masih 17 tahun?? Masih muda enak ya... :D :D

    BalasHapus
  17. Selamat ultah yah.. waduh maaf, telat saya ngucapin hehe
    Oh ya, banner yang smaju itu terlalu besar, jadi tulisannya ketutup hehe
    Jangan lupa follow dan kunjung balik yah ;)

    http://www.sejutaimajinasi.co.cc/

    BalasHapus
  18. http://sejutaimajinasi.blogspot.com/ sorry, saya sudah tidak menggunakan domain .co.cc lg :D

    BalasHapus
  19. keren hadiahnya... bakalan jadi hadiah terindah mungkin

    BalasHapus
  20. rasanya senang bisa baca ini lagi.
    hey kamu, jangan pernah tutup blog lagi!!!

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: