Sabtu, 10 September 2011

Catatan Hati: Setelah Malam Ini...

Hari ini, sebuah perpisahan besar akan terjadi dalam hidup saya, selama enam belas tahun kami tinggal dalam satu ruang lingkup, kini ia harus siap meninggalkan kotak mainan yang sering kita mainkan dulu, menata jangka, buku, pensil, PR dan perasaan kekanakan kita di kotak pandora masa kecil kita. Kini engkau dewasa, pergi mengejar ilmu, pergi meninggalkan Indonesia, menuju negara seberang Malaysia. Untuk terakhir kali, ini sebuah karya tumpahan isi hati saya, terdedikasi hanya untukmu:

Setelah Malam Ini...

Malam ini adalah malam terakhir kita bisa bertatap muka. Esok, saat matahari mulai kembali ke haribaan dunia engkau harus siap meninggalkan Indonesia. Pergi lama, sangat lama.

Masih segar dalam ingatanku, ketika kelas X dan kamu masih kelas XII, aku kamu dan hari-hari kita dulu kita habiskan dengan canda yang menyeruak di setiap sudut renungan. Aku masih ingat, setiap pagi, kala itu pula rasa tidak ingin waktu berputar kembali tersemat dalam simpul syaraf kau datang membawa semangat, menggenggam harapan yang tak pernah putus.

Kagum, kagum dan kagum. Tahukah kau? Diam-diam aku menyelipkan rasa kagum itu, kagum akan kegigihanmu, kagum akan semangatmu, kagum akan cercah demi cercah harapan yang tak pernah putus. Tapi, enam belas tahun ini kita hidup dalam satu ruang lingkup, sudah terlantun begitu banyak not-not sendu, senang, riang di dalam paranada hidup kita. Siapkah engkau? Dari sudut matamu aku bisa melihat ketegaran. Tapi tahukah? Aku fobia terhadap segala perpisahan. Kenapa Tuhan harus menciptakan perpisahan, kalau itu hanya membumbungkan kesedihan?

Ingatkah engkau, tentang TOEFL itu? Yang waktu itu kita kerjakan bersama, memeras otak kita sama-sama, menyusuri setiap kata itu dengan penuh harapan: Agar engkau lolos tes itu. Dan lihat kini, jerih payah kita -- terlebih engkau -- menelurkan hasil yang gemilang. Kau berhasil, kau lolos, kau pergi...
Masih adakah? Tentang rumus-rumus matematika itu, yang seringkali membuat kita sama-sama menatap, lalu tertawa lepas ketika saling melihat garis keseriusan di wajah kita masing-masing? Tentang setiap cerita asmaramu, asmaraku, dia dan dia, yang seringkali membuatmu meneteskan air mata? Tentang langkah kita yang masih bersama, masih sejajar setiap berangkat dan pulang sekolah? Tentang setiap marahmu, setiap senyum yang terlepas dari bibirmu? Setelah malam ini, semuanya itu hilangkah? Atau akan kembali menyeruak dan terpatri dalam kotak di ingatan terdalam yang bernama "Best Moments of Us"? Entah.

Aku lelaki dan karena itu aku harus bisa, melepasmu sahabatku, kakakku.

Setelah hari-hari itu pergi, setelah malam ini berlalu dan setelah lima tahun esok, masihkah seperti ini? Aku sangat berharap Tuhan menjawab: IYA. Dengan penekanan di setiap huruf I, Y dan A-nya. Dan untuk yang terakhir kalinya, aku tetap percaya, tidak akan ada yang berubah; dulu, sekarang dan selamanya.

Aku yakin lima tahun akan berlajan secepat angin menerbangkan daun-daun kering, dan secepat itu pula kau akan kembali, bersamaku, memeluk setiap kenangan kita dulu, sekarang dan selamanya.

For my best, for my sist, for us, for our spesial memories. It's dedicated to you: Ervin Susanti Permanasari.






Tuhan, berikanlah kami masa untuk bisa kembali bertemu
Tuhan, izinkanlah kami merajut kembali, semua kenangan itu
Tuhan, kami bersimpuh, menadah tangan
Bagi kami:  kenangan itu harus berlanjut, walaupun setelah lima tahun
Bye...

"Berbicara pada air lebih baik daripada berbicara pada angin. Air masih bisa memberi getaran pada kata yang kita ucap, sedangkan angin tak akan bisa, bahkan bau pun tak tercium olehnya."

Andaka Pramadya, Ervin Permana

15 komentar:

  1. oke..gw bener-bener jadi #doktergigiGALAU saat ini..gua gak mudeng, ini someone special atau someone "SPECIAL" Ki? #serius_ora_mudeng

    BalasHapus
  2. someone SPEEESIIIAAALLLL dok: kakak saya :)

    BalasHapus
  3. masih bisa chatting lewat fb daka ^^, tenang sajalah mbakyu mu pasti ga bakalan melupakanmu

    BalasHapus
  4. selamat buat kakaknyaaa yaaa andakaaaa!!! ;)
    best wishes for you too..
    tenang ajaa 5 taun lagi si kakak pasti kaget liat adiknya udh dewasaa bgt! :)

    BalasHapus
  5. uhuk!
    terharu bacanya

    wish her all the best deh :D

    BalasHapus
  6. gue tiba tiba galau jg, aaah gue jg mau ke luar negri
    -__-

    btw itu mbak km yg sering duet ama km ya dak.
    gausah sedih, bener kata mas aje, kan msh bs chattinggue tiba tiba galau jg, aaah gue jg mau ke luar negri
    -__-

    btw itu mbak km yg sering duet ama km ya dak.
    gausah sedih, bener kata mas aje, kan msh bs chatting

    BalasHapus
  7. Semua akan baik2 saja. Dan akan terbiasa dgn berjalannya waktu. Ini nich pakarnya long distance familyionship (eh ngarang). Hihi

    Tetap semangat yak.

    BalasHapus
  8. sukses buat kalian berdua :)
    walopun kakakmu mau pergi jauh, tapi saya yakin hati kalian akan tetap dekat :)

    BalasHapus
  9. aaaak galaaauu... I like galau hahahahaha

    5 tahun ? wah lama juga ya ?. Smoga sukses ya buat kakakmu. Btw, sampaikan salamku ke kakakmu, dan kakakmu sampaikan salamku untuk cik Siti Nurhaliza..hohohoho.
    #ngeek

    BalasHapus
  10. kakanya mau kuliah di Malaysia atau gimana?
    kakak atau "KAKAK"?
    cieeee

    BalasHapus
  11. waaaaa.. pengen deh punya ade kayak lo..

    adek gua mah kalo gua ngga dirumah lagi paling2 bikin pesta besar2an dia..hehehe

    semangat ya.. masih ada internet yang bisa selalu menghubungkan kalian :)

    BalasHapus
  12. "kakak" nie..
    adek.. muka kalian mirip.. jangan2 kalian..
    suatu hari bisa..
    berjodoh?
    #ups
    kabur

    BalasHapus
  13. Ternyataa...gue sama kayak om dok, kaga mudeng :D

    moga sukses buat someone specialnya, walo pisah jauh.. kan masiih bisa komunikasi liwat telpon ato ym-an #senyum

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: