Jumat, 06 April 2012

Masygul


Ada beberapa hal yang terasa ganjil di berbagai belahan dunia ini, begitu juga ada banyak hal yang terasa masygul di keping-keping hati banyak orang? Tentang cinta, tentang kehilangan, pengkhianatan, persahabatan, dan hal-hal klise lain. Apakah Tuhan menciptakan hal ganjil dan masygul itu bersamaan?

Dan mengapa ada banyak indigo di dunia ini? Mereka yang terlahir dengan aura yang berpusat di kepala dan berwarna violet keunguan, mereka yang lebih peka melihat dan mendengar daripada kita manusia biasa. Lalu mengapa Tuhan menciptakan mereka berbeda? Lalu mengapa juga Tuhan menciptakan wanita dan lelaki, menciptakan berbagai macam perasaan dan bentuk hati?

Menciptakan mereka-mereka yang rapuh dan mudah tersakiti dan membedakan dengan mereka yang tegar dan berhati baja? Mereka-mereka yang tak pernah merasakan sakitnya patah hati dan sedihnya kehilangan. Mereka-mereka yang hidup di jalan keras sehingga membentuk hati mereka sekuat apa yang mereka jalani. Lalu mengapa ada para koruptor kalau semua rezeki sudah Tuhan bagi secara adil pada setiap manusia?

Lalu mengapa ada beberapa orang mengatakan, "Mengapa melupakan adalah hal yang sulit kulakukan?". Lalu ada beberapa yang lain berkata, "Mengapa tidak ada di dunia ini yang mencintai secara sempurna, bahkan cinta seorang Ibu?". Apakah pertanyaan-pertanyaan itu bahkan seorang Kahlil Gibran dan Einstein sampai saat ini tidak bisa menjawabnya secara universal. Irasional, memang.

Dan mengapa aku terus menulis ini ketika semua hal-hal ganjil berkumpul di antara otak dan hatiku? Hal-hal masygul yang tidak pernah dijawab atau malah takut untuk dijawab. Apakah Tuhan pun tidak bisa menjawabnya atau memang tutup mulut tidak mau menjawab dan membiarkan manusia-manusia berkemampuan dan berkeberanian yang membuka tabirnya? Siapa yang tahu jalan Tuhan? Lalu mengapa arah pembicaran ini jadi ngalor-ngidul?

Yang menjadi masalah sampai saat ini adalah, apakah esensi Tuhan menciptakan perbedaan? Apakah perbedaan itu ada? Apakah diantara spesies mawar kuning dan merah mereka berbeda? Lalu mengapa Tuhan menciptakannya, sekali lagi?

Atau jangan-jangan Tuhan menciptakan satu persamaan, tetapi malah kita yang merubah hal-hal yang sama itu jadi berbeda. Sepertinya benar, kita adalah yang membedakan diri kita, menyekat-nyekatnya, mengkotak-kotakkan hal yang pada dasarnya sama. Membedakan mana yang benar mana yang salah, mana yang cantik mana yang tidak, mana yang pantas mana yang tidak. Dasar Manusia! Mungkin karena ada manusia di dunia persinggahan ini, Tuhan menciptakan kemasygulan. Mungkin.

9 komentar:

  1. tuhan menciptakan ke masygulan agar satu dari sekian banyak manusia ini mampu menciptakan kebenarannya ._.

    BalasHapus
  2. Jika hidup itu misteri, kita pasti akan mengungkapnya seiring bergulirnya hari. Segala pertanyaan ini mungkin sebagai "tanda" supaya kita mencari jawaban atas misteri-Nya di Kitab-Nya, bang. :P

    BalasHapus
  3. perbedaan adalah rahmat, karenanya ada keseimbangan dan keselarasan dalam hidup..
    sejatinya semua ada rahasia Tuhan yang tentunya baik untuk manusia.. :-)

    BalasHapus
  4. Sebenarnya semua itu adalah sebuah perencanaan indah B-)

    BalasHapus
  5. iya bener.. manusianya yang gag pernah puas. manusianya yg terlalu jauh berfikir tentang dirinya.
    like this so much.

    BalasHapus
  6. karena life is never flat. bayangin semuanya sama, hidup tuh terasa hampa. nyante banget hidup gak ada perbedaan. dari perbedaan kita belajar menghargai

    BalasHapus
  7. kunjungan gan .,.
    bagi" motivasi
    Saat kamu menemui batu sandungan janganlah kamu ptus asa,
    karena semua itu pasti akan ada solusinya.,.
    si tunggu kunjungan baliknya gan.,

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: