Sabtu, 19 November 2011

The Last One

"The Last One" | Taken with SONY DSC-W220 CyberShot | Editing by Photoscape

Dia menoleh, mencium segenggam kotak kecil berbungkus kover cokelat lalu menciumnya, menghirup aromanya dalam-dalam. Ia puas, "Untuk inilah aku bertahan."

"Hanya itu? Hanya itukah harapanmu setelah bertahun-tahun?­—“ kalimatku menggantung. Dan bukan untuk aku?

Aku menunduk melihatnya dengan rasa bangga akan sesuatu yang ia dapat, sekali lagi bukan aku. Untuk hal yang lain yang sama sekali luput dari dugaanku. Meleset dan sia-siakah? Hanya ia tumpuhanku selama aku berada disini, di atas penderitaanku sendiri. Menyayat (lagi) lukaku sendiri yang masih segar.

Ia kembali menatapku setelah puas menghirup aroma khas dari sesuatu yang ia dekap. Beku, tatapannya berubah beku ketika menatapku. Mata cokelat yang dulunya selalu bergolak kini hilang menjadi mata becokelat tanpa makna. Dingin dan implisit. Tak lugas dan jelas seperti dulu ketika aku masih berjuang bersama ia.

“Bahagiakah?” tanyaku perlahan dan kata-kataku gemetar.

Ia tak menjawab, hanya mengangguk yakin. Aku balik mengangguk kepadanya. Diam. Lalu aku mendekat ke tubuhnya dan berbisik, “Kaulah wanitaku, bahagiamu, bahagiaku, hanya itu yang perlu kau tahu dariku.”

Tetap diam bahkan setelah aku mengucapkan kata-kata yang biasanya membuatnya gemetar ketika aku mengucapkannya di telinganya. Sudahlah, ia bahagia. Aku berbalik dan menatap hamparan padi yang sudah mulai menguning. Memejamkan mata dan menghirup aroma dedaunan yang selalu menenangkan.

Dan kembali kubuka mataku, berharap ini bukan kenyataan. Dan berbalik menatapnya lagi. Mataku nanar melihat siluet hitam diantara surya senja. Ia pergi?  Tanyaku dalam hati. Ia pergi dengan harapan baru, bersama hal baru dan tanpaku? Tanpaku? Dan pertanyaan terakhirku tak pernah ia jawab.

13 komentar:

  1. seriusan deh bang..
    ceritanya keren banget.. eeum, kata-katanya bikin merinding.. heuheu~

    BalasHapus
  2. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu, jangan mengharapkan
    balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

    BalasHapus
  3. aduh sabar ya "aku" ckckc masih banyak wanita baik yang akan menerimamu :(

    BalasHapus
  4. selalu bikin orang nagih ngebaca tulisan loe sob,,
    :)

    BalasHapus
  5. Gila... makin dibaca tulisanmu yang lain.. makin keliatan kerennya,..

    BalasHapus
  6. Dianya bahagia meski tanpa kamu yah

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: