Tampilkan postingan dengan label Obrolan Seru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obrolan Seru. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2012

The Gift

Halo semua kemarin saya dapat kejutan yang cukup membuat saya speechless, ya Mbak Funy membuatkan artwork untuk saya dan itu adalah artwork pertama untuk saya, tentu saja kesannya jadi spesial banget. Hihi. Nggak banyak ngomong lah, ini artwork yang keren itu:

KEREN!!!! BANGET!!! 

Kamis, 10 November 2011

Untitled

"Benang Merah"  | Taken with DSC W220 CyberShot | Editing by Photoscape

Aku, kamu dan mereka. Dalam satu benang merah. Kami, dirimu dan semua. Kita membela, kita bersumpah dan kami merdeka. Darah dan senjata, hanya itu yang kini tersisa. Untuk dia, untuk darahnya, untuk jasanya. Kami, hari ini mememorikan semua. Dalam satu ikrar, ikrar Indonesia...

Minggu, 04 September 2011

Andaka = Telur, Sebuah Telur [?]

Nama, menjadi sebuah pengantar dan pengiring kedatangan kita ke dunia ini. Nama seringkali menjadi ajang para orang tua menentukan nasib anaknya, terkadang hal itu aneh juga, mendengar ada seorang anak yang sering sakit-sakitan lalu diasumsikan anak itu "keberatan" nama. Tidak masuk akal bukan. Tapi ada benarnya juga, selayaknya nama seorang anak disesuaikan dan dalam memberikan nama, orang tua memberikan segunung harapan kelak di masa depan anak itu sesuai dengan nama yang diberikan. Sukses lahir dan batin.

Nama seharusnya juga memiliki filosofi, filosofi yang baik tentunya. Karena disetiap nama itu tersimpan harapan. Nah saya ingin membahas tentang arti nama. Memang out-of-concept saya: sastra. Ya sekedar intermezzo di awal bulan September ini.

Seperti yang anda sekalian tahu, nama lengkap saya, Andaka Rizki Pramadya. Nama saya ini memiliki arti dan filosofi. Kalau boleh saya jelaskan filosofi yang diceritakan orang tua saya kepada saya.

Jumat, 02 September 2011

Requiem: Saat Emosi dan Amarah Menjadi Doa


Selamat merayakan hari Jum'at, hari yang pendek menurut saya. Halo pembaca, gimana harinya? Baik? Biasa? Ayo-ayo pada kemari, saya mau men-share catatan blak-blak'an terbaru saya, saya juga bingung ini disebut cablak atau cerpen atau apa? Kalau ada yang tahu bisa komen di bawah.

Ya, karya ini tercipta saat semua emosi sudah tidak bisa dibendung di otak, saat semua harapan yang selama tercercah indah menguap tanpa ada yang bisa terwujud, saat amarah merajalela di ambang-ambang perpisahan. Semuanya tertampung dan menelurkan sebuah tulisan, karya berjudul "Requiem". Tertarik, silahkan membacanya.

Semoga menikmati dan beri kritik pedasnya di kolom komentar:

Kamis, 01 September 2011

Refrain: Saat Cinta Selalu Pulang

Halo pembaca, H+1 lebaran, gimana lebarannya, pasti banyak uang, hehe. Oh ya di postingan kali ini saya ingin memberikan sesuatu yang beda, sebenarnya bukan berbeda hanya saya kembali ke dalam jalur, sastra. Ya, kali ini saya ingin meresensi sebuah novel. Novel apik dari Mbak Winna Efendi.

Pertama kali saya melihat novel ini di sebuah toko buku besar di Surabaya, [Gramedia Expo Surabaya] saya sontak terpikat dengan kover novel ini, cover putih polos dengan sebuah surat berwarna biru yang bertuliskan “Refrain”. Novel yang berkutat dengan masa remaja ini cocok bagi kalian-kalian novelovers remaja atau yang berjiwa remaja, novel ini menyuguhkan intrik-intrik empuk dan menarik yang berkutat dengan masalah sepele remaja masa kini dengan tema utama cinta dan persahabatan, lebih spesifiknya saya bisa menyimpulkan, “Antara persahabatan dan atau cinta?”

Minggu, 14 Agustus 2011

(GoVlog-Ramadan) Indahnya Bersyukur, Syukur itu Indah

“Cara mensyukuri kelebihan adalah dengan menyegerakan melakukan apa yang bisa kita lakukan dari kelebihan itu.”
Mario Teguh

Quote bapak Mario diatas membuat saya merinding, kutipan itu mengingatkan saya pada diri saya sendiri yang kurang bersyukur atas kelebihan-kelebihan yang Tuhan berikan. Selama ini saya merasa kurang dan tidak memiliki apa-apa. Sahabat blogger mungkin ada sebagian yang merasa seperti saya, merasa kurang. Saya ingatkan kepada yang masih merasa kekurangan buang jauh-juah asumsi seperti itu,  karena di kehidupan kita yang sekarang Tuhan sudah melimpahkan kelebihan-kelebihan yang tidak bisa kita hitung jumlahnya, di kesempatan kali ini saya hanya ingin berbagi kepada sahabat blogger semua, sebagian kecil kelebihan dari Tuhan yang patut saya syukuri. Tidak bermaksud sombong atau riya’ hanya sesama mengingatkan bahwa sesungguhnya ada banyak hal yang patut kita syukuri dalam kehidupan yang sebentar ini. Berikut adalah ulasannya:

Jumat, 12 Agustus 2011

The 16th Birthday and the "Wish List"

Selamat saur sahabat blogger semua, dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Kemarin kerjaan saya di rumah cuman jeprat-jepret sambil megang laptop buat cari-cari bahan dan ide buat nerusin nulis novel. Bongkar-bongkar arsip dan isi brankas mbah Google, eh nggak tahu kenapa, melihat kata “wish” jadi keinget sesuatu.

Kepala saya muter tujuh keliling, keinget sesuatu yang penting dari kata wish itu, mungkin sindrome bulan puasa, otak jadi malas mikir dan isinya lemes melulu. Buka-buka catatan-catatan di hape eh ternyata nemu tuh yang namanya “Wish List” saya. [entah grammar-nya bener atau salah]

Catatan “Wish List” saya ini tercatat saya tulis pada tanggal 8 Juni 2011, tepat di hari ulang tahun saya yang ke-enam belas. Saat itu momen paling indah bersama sahabat-sahabat saya, pagi-pagi sekitar jam enam, ini nyawa belum balik ke peraduan, kamar udah muncul 3 orang, yang membawa kue ulang tahun blackforest berwarna plain brown.

Kaget bukan kepalang sekaligus senang karena baru ulang tahun ke-enam belas ini teman—sahabat—saya datang ke rumah pagi-pagi cuman buat ngerayain dan saya benar-benar tidak mengetahui apa-apa. Keceriaan tersebut berlanjut dengan acara peniupan lilin kecil-kecilan sambil menyanyikan lagu “Happy Birthday”


Kemeriaan nggak berhenti disana saja, tiba-tiba dari belakang, saya dilempari sama setumpuk tepung, sudah dasar muka jelek belum mandi, kena tepung jadi tambah menawan ancurnya. Kira-kira seperti ini bentuknya.

Yah, Back to the Topic. Tentang Wish List, daftar itu kami buat berempat sesaat setelah acara lempar-lemparan tepung usai. Capek. Eh nggak tahu kenapa buat kado tambahan mereka ngusulin buat ngebikin Wish List. Kata mereka, “Ah nggak papa untuk kenang-kenangan masa kelas X! Kan mungkin aja nanti kita kepisah kelasnya di kelas XI.”
Yah, jangan panjang lebar ini daftar Wish List kami:

Senin, 11 Juli 2011

Antara "Burung" MOS dan XI IPA 2

Hai pembaca, selamat sore menjelang malam. Hari ini adalah hari pertama masuk tahun ajaran baru, pembagian kelas baru dan acara pembukaan Masa Orientasi Siswa (MOS). Mulai dari kesibukan di pagi hari ini, bolak-balik cari teman yang satu kelas dan cari teman baru tentunya. Ups, terlalu jauh kalo bicarain tentang teman baru dan kelas baru. Lebih baik kita membahas acara pembukaan MOS yang menurut saya pribadi cukup meriah walau ditetesi rintik-rintik air hujan.

Inilah cerita lengkapnya,

Semua siswa dari mulai calon siswa baru [kelas X], XI, XII dikumpulkan di lapangan untuk melaksanakan upacara bendera rutin. Tetapi ada yang beda dengan upacara kali ini, suasana murid amburadul, kocak abis. Dari barisan lelaki, nggak ada yang satu kelas lagi. Semua berbaur. Suasana yang carut marut tidak menghilangkan ke-khitmad-an [maaf kalau tulisannya salah] upacara bendera pagi itu yang dirangkap dengan acara pembukaan MOS.

Sabtu, 09 Juli 2011

Perbaiki Atitut Anda sebelum Memerintah Kami!

Pernah nggak sih merasa sebel, geram dan apalah sejenisnya jika di perintah—pakai topi yang baik waktu upacara? Kalau yang masih SMA atau SMP pasti deh ngerasain itu, walaupun kalian sendiri tahu tujuan si pemerintah ini baik, agar kita rapih dan benar. Tapi pernah nggak kita berfikir kalau mereka juga salah? Apa salah mereka? Seharusnya mereka tidak usah memerintah kita kalau mereka sendiri masih salah!
Contoh yang paling mudah adalah ketika seorang orang tua menyuruh anaknya untuk berhenti berkata kotor, mungkin cara pertama orang tua memberitahukannya dengan cara halus, yang kedua agak sedikit di paksa dan cara terakhir dengan hukuman. Memang betul tindakan para orang tua ini. Tapi ada sebagian orang tua yang salah dalam mendidik anaknya. Berikut contoh percakapannya:

Rabu, 06 Juli 2011

Uang = Waktu, Bahagia

Uang, segalanya butuh, sangat butuh. Mana ada orang yang hidupnya tidak memerlukan sedikit pun uang. Kalo ada yang bilang, “aku hidup dengan cinta”. Ungkapan basi menurut saya. Saya realistis, hidup saya memang butuh uang, banyak. Mungkin saya tidak menyadari berapa miliar uang yang sudah keluar dari dompet orang tua saya untuk sekolah, biaya hidup dan sebagainya. Apa yang saya lakukan tak ada! Memang, orang tua tak menuntut balas atas semua uang yang mereka keluarkan untuk saya, mereka hanya ingin SAYA SUKSES. Sukses secara jasmani dan rohani, sukses secara jasmani adalah sukses di dunia sebagai manusia yang memiliki hidup layak dan bisa mencukupi hidup dan keluarganya, sedangkan sukses secara rohani adalah sukses menjadi imam dalam keluarga dan dapat mengarahkan keluarga ke jalan yang benar. Tentang uang dan motivasi mungkin yang bisa saya jadikan garis besar untuk postingan kali ini.

Selasa, 05 Juli 2011

Cerita Kawan: Antara Anak Muda & Dunia 'Hitam'-nya

Banyak orang yang mengharapkan sesuatu yang lebih dari kehidupannya, mereka berharap harta yang melimpah, rumah seperti istana, banyak pelayan dan juga full-hiburan di dalam rumah. Mungkin untuk orang seperti saya, saya ingin hidup seperti itu, tapi saya juga tidak ingin menukar semua kebahagiaan yang saya miliki semi seonggok harta yang tidak habis dalam tujuh turunan. Saya juga tidak ingin harta yang saya miliki menjadi petaka bagi kehidupan saya, terjerumus ke dalam kehidupan yang penuh dengan nista dan maksiat, seperti kawan saya yang satu ini, seorang lelaki umur 16 tahun sebbaya dengan saya yang sudah berkecimpung di dunia “hitam” dua tahun terakhir.

Sebut saja ia Reza, Reza adalah anak orang berpunya dan ia berasal dari keluarga broken-home, ia tinggal bersama ibunya di rumah gedong di daerah Surabaya Selatan. Reza hidup dalam amarah yang ia buat sendiri, amarah terhadap Ayahnya. Menurut cerita Reza, dari kecil ayahnya tidak pernah memperhatikan keperluan Reza dan Ibunya. Ayahnya sibuk sendiri, hal itu yang membuat ayah dan ibunya sering cekcok dan klimaksnya mereka berpisah. Tak jauh dari ayahnya, kakek Reza juga seorang pemabuk berat, semakin tua semakin banyak saja daya tampung perutnya menelan miras. Baru-baru ini kakek Reza meninggal saat menenggak minuman keras. Reza semakin terpukul dan akhirnya ia mulai membuka diri untuk bercerita kepada saya, berikut wawancara lengkapnya:

Senin, 04 Juli 2011

Logika atau Perasaan

“Laki-laki lebih mengandalkan logika daripada perasaannya, begitupun juga sebaliknya dengan perempuan” Statement seperti ini sudah banyak saya dengar dari banyak mulut. Saya bimbang ingin membenarkan atau menampik pendapat orang seperti itu, ada benarnya juga ada salahnya. Mengapa saya menarik kesimpulan seperti itu, karena memang di dalam kenyataannya seperti itu, seperti berada di ambang normal, berada di warna abu-abu, tidak hitam juga tidak putih.

Saya ingin memberikan pendapat pribadi saya mengenai masalah ini, menurut saya:

Sabtu, 02 Juli 2011

Saya, Saksi Mata Kebesaran-Nya!

Selamat malam minggu pembaca, memang malam paling indah adalah malam minggu, hang-out, kongkoi-kongkoi sama teman, wah emang asik. Tapi, memang bukan malam minggu saya, cuman bisa duduk di sebelah mama yang masih saja belum sembuh, cuman bisa baca Al-Qur’an di samping mama yang tidur. Tapi tak apalah semua masih lebih berharga Mama, termasuk tiket Ponds Teen Concert saya yang masih tergeletak rapih diatas tempat tidur. Di telinga ini terdengar begitu jelas, gebukan drum, irama melodi gitar yang menggebu-gebu menari-nari di atas bayang. Sayang, tiket itu cuman bisa jadi kenang-kenangan tahun ini. Tak apalah asal Mama sehat.
Kalau bicara tentang Tuhan, jadi ingat waktu itu, tepatnya tiga bulan yang lalu, boleh berbagi pengalaman sedikit kan pembaca. Pada saat itu jam sekolah masih berlangsung seperti biasa, waktu itu pelajaran Muatan Lokal dan diluar kelas pemberian materinya, nah karena bosan dengan pelajaran yang itu-itu saja, saya memalingkan pandangan ke arah langit, terik. Tetapi ada yang berbeda sekaligus membuat saya takjub, sebuah penampakan [bukan penampakan hantu], saat itu awan-awan diatas gedung sekolahku membentuk huruf Allah dalam bahasa Arab, jadinya seperti ini:

Jumat, 01 Juli 2011

Bulbo Bang Bena (BBB)

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Pengabdian Plester Luka [Batik] 'tuk Indonesia

Hari baik pembaca, boleh sedikit mengulas tentang hal yang sepele mungkin. Tentang plester luka. Kedengarannya memang lucu, ada apa dengan plester luka. Boleh sebut merek kan? Handyplast. Plester yang bernilai Rp 200,- per plester ini memang tak ada yang menarik bila dilihat sekilas. Tetapi coba lihat promo terbaru plester luka ini, ya BATIK. Apa hubungannya antara batik dan plester luka? Begini, promo terbaru plester ini adalah menggunakan media batik, yang biasanya plester luka berwarna cokelat muda dan tidak bermotif, kali ini plester Handyplast ini menggunakan motif batik sebagai cover plesternya. Begini jadinya, berasa sangat Indonesia. Biasanya luka adalah aib tetapi jika menggunakan plester ini jadi bangga punya luka dan saya bangga memamerkan batik sebagai ikon negara saya. Jadinya seperti ini: