Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 September 2011

(GoVlog-Umum) Karena Foto itu Punya Nyawa

Foto adalah media kenangan yang abadi, tidak seperti memori yang akan hilang dimakan umur. Foto juga menjadi suatu ajang untuk mengekspresikan diri, dengan foto orang bisa mengetahui emosi pemotret. Saya sendiri bukanlah seorang fotografer, saya hanya orang iseng yang ingin sedikit belajar dan menjamah fotografi. Kata orang fotografi adalah mainan orang kaya, ya saya bukan orang kaya. Tapi maaf kalau asumsi saya diatas banyak memunculkan pro dan kontra. Saya beropini seperti diatas karena saya melihat dari kenyataan yang ada, seseorang yang hobi dan mahir dalam fotografi pasti berlatar-belakang keluarga kaya, bagaimana tidak, fotografi adalah hobi yang membutuhkan banyak modal. Kamera, lensa, dan atribut lain. Kalau boleh ditaksir semuanya kurang lebih 10 juta keatas. Wah, sepuluh juta? Uang darimana men!!

Tapi topik postingan kali ini bukan pro dan kontra fotografi. Hanya saya ingin membagi hasil jepretan saya, jepretan seorang amatir yang hanya ingin mengekspresikan dirinya lewat foto. Dan saya harus berterima kasih kepada Internet karena sudah sangat membantu saya dalam menyebar-luaskan hasil kinerja saya di dalam bidang fotografi.

Saya kemarin sempat mengabadikan barang-barang yang hampir luput untuk disentuh di rumah saya. Barang yang bisa dianggap 'bekas' dan jarang dipakai. Tapi dengan kamera benda itu bisa bernilai, mungkin? Entahlah. Inilah hasil jepretan saya yang saya ambil dengan kamera digital SONY DSC-W220 CyberShot:

Feather 
Yang pertama, berjudul Feather, sebuah kemoceng yang tergantung di pojokan ruang keluarga, foto saya ambil dengan background foto-foto keluarga. Saya ingin menyampaikan pesan lewat foto ini bahwa, keluarga adalah tempat terhangat untuk kita saling berbagi, bak bulu seorang induk ayam adalah tempat terhangat untuk anak-anaknya saat menjadi telur.
Blue Sky

Yang kedua bertajuk, Blue Sky. Di dalam foto ini saya ingin menyampaikan betapa sesak-nya suasana kota dan kampung saya di Surabaya ini, semakin banyak saja gedung-gedung yang meninggi, semakin pudar pula warna biru diatas langit Surabaya-ku, semakin memudar dan kemudian menjadi abu-abu penuh polusi. Semoga langitku akan selalu membahana biru.

Teddy Bear














Yang ketiga, Teddy Bear. Foto ini saya ambil dengan objek boneka Teddy milik adik saya, boneka ini sangat berarti bagi adik saya dan boneka ini didapat langsung dari Jepang. Saya ingin menggambarkan Teddy yang sedang menunduk dan 'kesepian' karena boneka ini sudah jarang sekali disentuh oleh adik saya. Saya sengaja menjadikan backgroundnya foto-foto dan jendela. Saya ingin menggambarkan kilasan kenangan yang dulu adik saya dan boneka ini lakukan. Mulai dari bangun sampai tidur kembali.

Ribbon











Yang keempat, saya beri judul Ribbon. Objeknya adalah pita hijau dengan motif kotak-kotak kuning dan hitam. Di dalam foto ini saya ingin menggambarkan tentang kehidupan, kehidupan yang selalu kotak-kotak tanpa kita tahu melangkah ke depan, kanan, kiri atau malah kembali ke belakang. Saya ingin mennyampaikan bahwa hidup ini penuh dengan pilihan.


Fur 
Yang kelima, sebuah foto Xtreme Makro bertajuk Fur. Disini saya juga ingin memberikan pesan tentang kelembutan, kelembutan yang kadang tidak pernah kita hiraukan, dari sebuah boneka yang selalu menemani malam kita dan memberikan teman disaat kita merasa sendiri. Walaupun dia hanya benda mati, tapi ia tetap 'hidup' dalam hari dan hati kita.

Innocent
Yang keenam, berjudul Innocent. Saya ingin menggambarkan wajah boneka yang selalu tetap sama walaupun ia diinjak-injak, dibuang, berdebu dan dilupakan. Ia akan tetap tersenyum dan tanpa dosa. Saya ingin menyematkan pesan tentang kesetiaan disini.

Pink
Yang ketujuh, Pink. Kenapa pink, karena objeknya full-of-pink. Saya ingin menggambarkan tentang rumitnya jahitan pita jika kita lihat lebih fokus. Ya, seperti kehidupan yang tak semudah membalikkan telapak tangan, karena hidup itu butuh perjuangan dan harus rela untuk berkorban demi keberhasilan.

Waiting for You
Yang kedelapan, sebuah foto berjudul Waiting for You. Dari judul pembaca bisa sedikit menebak tentang pesan yang ingin saya sampaikan. Ya, saya ingin menyampaikan harapan dan kesetiaan. Saya mengambil angle tidur dengan muka boneka menghadap kebawah, saya ingin memberikan nyawa yang dark pada foto ini, karena sendiri menunggu itu membosankan, tapi mengapa ia tetap melakukannya? Entah.

Untuk para pembaca, saya hanya ingin bertanya, manakah foto yang paling berkesan di benak pembaca sekalian? Beri komentar di bawah. Terima kasih banyak.




Kamis, 11 Agustus 2011

Fotografi: Stiil Life [?]


Halo sahabat blogger semua, kangen nih. Oh ya kali ini saya mau nyeleweng sedikit dari jalur aman saya. Saya mau share hasil jepretan foto-foto saya, baru-baru ini saya tertarik sama yang namanya "fotografi". Saya sangat newbie di bidang ini, mungkin ada sahabat blogger yang udah lebih expert di bidang ini bisa dikomeng ini foto.

Ngomong-ngomong tentang foto, menurut saya foto adalah suatu klise dari potongan momen yang abadi, mungkin ingatan manusia bisa memudar tetapi foto itu abadi dan tidak akan memudar, oleh karena itu manusia butuh foto agar tetap bisa mengingat semuanya secara gamblang.
Nah, menurut advis sahabat saya Nisha—blogger juga. Kalo mau jadi fotografer nggak boleh makan makanan berkolesterol tinggi—kuning telur, dsb—menurutnya dengan banyak mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi tangan kita akan lebih sering bergetar ketika memencet shutter dan berimbas kepada hasil jepretan kita, entah tidak pas ataupun hasilnya blur.

Daripada banyak ngomong ngalor-ngidul, mending saya suguhin hasil jepretan saya pagi tadi, foto ini dikategorikan dalam "still life" [mungkin?] yang sudah malang-melintang di dunia fotografi mungkin bisa mengkategorikan foto-foto saya ini. Saya memotrek foto-foto ini dengan kamera digital SONY DSC W-220 CyberShot, silahkan menikmati:

Jumat, 08 Juli 2011

Onamae wa? [Nama Saya Adalah..]

Hai pembaca saya kembali, liburan kurang tiga hari lagi, tapi menurut saya liburan ini adalah liburan yang paling berkesan dan paling berwarna, 3 minggu liburan saya habiskan dengan berkeliling dunia maya, blog khususnya, memang saya bukan blogger yang sudah beruban dalam dunia blog. Blog saya terbentuk sudah dari Desember 2010, tapi terbengkalai, saya mulai aktif sekitar pertengahan Juni 2011, wah sungguh kaget saya sudah mendapatkan 100 lebih followers dari yang muali followers cuman 4 hanya setengah bulan sudah dapat 100 followers, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada sensei [baca=guru] saya dalam dunia blog: Riska Mbem. Inti postingan kali ini sebenarnya bukan itu, postingan agak tidak penting yaitu “Your Real Japanese Name”. Kenapa Jepang? Nggak tahu kenapa saya ingin sekali membuka buku bahasa jepang saya yang sudah lebih dari 2 minggu ini tidak saya baca, untuk sekedar review saja. Tapi tiba-tiba muncul ide gila seperti ini. Berikut nama saya dalam bahasa jepang:

Andaka Rizki Pramadya menjadi ..

Jumat, 24 Juni 2011

1 Jiwa = 3 Nyawa

“Nguuung..” eh ini AC kenapa bunyinya macam lebah?

Mungkin terganggu sama kehadiranmu kali dak? Elu kan BUTA SIKON (baca=10 Hal yang Perlu di’EKSPAUSE’ dari Saya)

Enak aja, ya nggak lah. Tapi apalah arti bunyi AC kalo tetap aja disini hatiku gak sedang enak, gak nyaman, kuatir dan kawan-kawannya. Nungguin Mama, di rumah sakit. Emang sih ber-AC dingin nyaman, tapi masih lebih nyaman kalo Mama dirumah! Tuhan, aku berdoa padamu yang Maha Penyembuh, sembukanlah ia, jangan kau beri ia sakit lagi Tuhan.

Kalo inget Mama cuman bisa tidur lemes dirumah sakit, inget juga tuh tentang nyawa. Kalo gak salah di salah-satu film kartun ada deh, kucing punya 9 nyawa? Enak banget kan sih kucing punya sembilan nyawa gak bakalan takut mati tuh si kucing. Andai aku juga punya sembilan nyawa.

Eits.. Tapi tenang, aku berbeda, bukan manusia biasa. Aku punya 3 nyawa yang jika salah satunya hilang bisa seperti kehilangan separuh jiwa..