Rabu, 15 April 2015

Lalu, Apakah Kiamat Semirip Ini?



Satu jam sebelum dini hari, ketika aku sedang menyikat gigi. Dengan tidak sengaja busa dari pasta gigi yang kugunakan terpeleset jatuh ke gayung. Membentuk gundukan yang mengambang di batas antara air dan udara sesak kamar mandi. Lalu pikiranku melayang terbang, entah dari mana pikiran aneh tentang kiamat itu datang.

 Apakah kiamat itu seperti ini?


Gumpalan busa semacam pulau itu perlahan-lahan terkisis oleh gerakan air. Sedikit demi sedikit bagiannya terpisah ke segala arah, membuat pulau busa itu semakin landai. Lalu tanganku memutuskan untuk membuang air dalam gayung merah itu. Hanya beberapa detik. Lalu semuanya musnah meninggalkan beberapa titik air yang berhasil tinggal.

Lalu, apa kiamat sedimikian mirip dengan ini?

Pulau busa yang semula tinggi itu adalah bumi kita, yang dalam sejarahnya merupakan satu pulau besar. Kemudian terpisah-pisah ke segala arah dimainkan waktu. Mungkin terlalu cepat, tetapi rasionya tetap sama, berjuta-juta tahun lamanya untuk berhasil memisahkan pulau besar itu ke bagian-bagian kecil. Lalu yang paling kecil hilang dimakan ganasnya air yang berputar. Entah kapan pada saatnya, tanganku akan bosan melihat air memutar-mutar pulau busa. Lalu membuangnya dengan hanya beberapa detik. Bila disejajarkan, masuk akal jika dalam ajaran agama yang kuyakini, kiamat besar tidak akan terjadi lebih sedetik. Lebih cepat dari kecepatan cahaya. Lalu semuanya sirna.

Di sana peran Tuhan, membersihkan dunia yang Ia bangun. Yang dari waktu yang satu ke waktu yang lain. Semakin rusak, semakin tidak berjalan baik. Manusia merusak, tidak berakhlak, tidak memiliki lagi budaya yang diajarkan oleh agama-agama. Di sanalah Tuhan memainkan perannya. Membersihkan bumi miliknya. Pada malam ini aku hanya ingin berdoa, terima kasih Tuhan masih memberiku nafas yang bisa kuhirup tanpa membayar pada hari ini. Terima kasih telah memberikanku keluarga yang menyayangiku. Terima kasih karena kau belum bosan dan terlampau murka dengan perilaku kami yang salah sebagai khalifahmu.

Sekali lagi... untuk menutup gelapnya malam ini.

Terima kasih Tuhan.

---

Sekedar perbincangan dengan sisi lain dari diri ini, mungkinkah kalian sejalan pikiran dengan saya?

6 komentar:

  1. suka dengan kalimat terakhir di tulisan ini menyiratkan ke-bersyukuran. :) salam kenal (lagi)

    BalasHapus
  2. Yang jelas kiamat pasti akan datang. Tulisannya bagus. :)

    BalasHapus
  3. Pengen yang lebih seru ...
    Ayo kunjungi www.asianbet77.com
    Buktikan sendiri ..

    Real Play = Real Money

    - Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
    - Bonus Mixparlay .
    - Bonus Tangkasnet setiap hari .
    - New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
    - Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
    - Cash Back up to 10 % .
    - Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

    untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
    - YM : op1_asianbet77@yahoo.com
    - EMAIL : asianbet77@yahoo.com
    - WHATSAPP : +63 905 213 7234
    - WECHAT : asianbet_77
    - SMS CENTER : +63 905 209 8162
    - PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

    Salam Admin ,
    http://asianbet77.com/

    BalasHapus
  4. apalagi dunia sekarang sudah mulai rusak dan menunjukkan tanda-tanda kiamat seperti dijelaskan di dalam alquran bahwa kiamat pasti datang . maka bersiaplah untuk semua manusia di bumi ini

    BalasHapus
  5. tidak ada yang tau kapan kiamat terjadi tapi pasiti akan terjadi...

    BalasHapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: