Kamis, 04 Februari 2016

HATI-HATI DENGAN OLSHOP HIJAB CROWN @HIJABCROWN18!!!

Logo online shop @hijabcrown18
Dewasa ini banyak sekali online shop yang tidak profesional dalam menjual barang dagangannya. Seperti yang saya alami sekarang—atau lebih tepatnya dialami langsung oleh adik saya sebagai pembeli. Toko online yang saya maksud adalah HIJAB CROWN yang berdomisili di Kota Surabaya. Berikut adalah data toko online ini:

INSTAGRAM  : @hijabcrown18
LINE@            : @iwq4813n as Hijab Crown

Jadi kronologisnya seperti ini: Adik saya bersama kesembilan temannya berkeinginan untuk membeli kerudung bergo al-ahzar alias kerudung kalau kata orang Jawa selobokan yang lagi in beberapa bulan terakhir di kalangan muda-mudi. Kebetulan adik saya yang menawarkan diri untuk menjadi pemesan ke penjual. Saya akan susun berdasarkan nomor agar enak dibaca:

1. Adik saya memutuskan untuk mencari kerudung dan bertemulah dengan toko online @hijabcrown18 ini pada tanggal 24 Januari 2016 yang kebetulan kerudung al-ahzar ini ada di online shop ini. Untuk lebih detail tengok capture.
 
click to enlarge
2. Keesokan harinya pada 25 Januari 2016, Adik saya memutuskan untuk memesan kerudung yang dimaksud. Untuk lebih jelas ada pada capture percakapan adik saya dengan penjual berikut.
3. Berikut berisi percakapan adik saya dengan @hijabcrown18 (A: Adik saya, P: @hijabcrown18)
A: Ini COD kan mb?
P: Pembayaran transfer/cod?
A: COD.
P: Oke say.
A: (Memberikan alamat lengkap)
A: Totalnya brp mb?
P: Sebentar ya
A: Iya
P: (Memberikan rincian harga)
P: Segera trf ya kak biar segera di proses
A: Kan saya blg COD mb sebelumnya? Kok transfer?
P: Ok, mau COD kapan?
A: Lusa, 27 Jan, bisa?
P: Pay first get first
P: Rabu?

Dipersingkat

A: COD di mana?
P: Tempat menyusul ya kak
A: Oke
Setelah itu adik saya menambah orderannya beberapa potong kerudung.
click to enlarge
 
4. Esoknya, Rabu 27 Januari 2016, adik saya bertanya kepada @hijabcrown18 perihal COD jadi kapan. Kemudian karena alasan hujan dan berdalih @hijabcrown18 masih sekolah dan pulang sekolah malam pukul 6 sore akhirnya @hijabcrown18 membatalkan COD-nya dan menawarkan jasa transfer. Lebih jelasnya lihat capture.
 
click to enlarge

5. Pada tanggal 28 Januari 2016, adik saya menyetujui untuk melakukan transfer. @hijabcrown18 mengatakan bahwa rekeningnya adalah Bank Mandiri pada awalnya. Kemudian @hijabcrown18 mengatakan kalau rekening itu milik kakak lelakinya kemudian merubah rekeningnya ke rekening BCA. Pada awalnya adik saya mempertanyakan penggatian rekening lalu kemudian tak lagi dipikirkan. Setelah itu adik saya langsung transfer pada hari yang sama menggunakan rekening BNI. @hijabcrown18 merespon bahwa barang sudah dipacking dan besok akan dikirim. Untuk lebih jelas lihat capture.
 
click to enlarge

6. Pada hari yang sama @hijabcrown18 menyatakan bahwa nomor resi akan diberikan/dikirim kepada adik saya hari Sabtu, 30 Januari 2016. @hijabcrown18 memberitahu bahwa estimasi waktu pengiriman 2-3 hari setelah hari pengiriman. Lebih jelas lihat bukti capture.
click to enlarge

7. Minggu, 31 Januari 2016 adik saya menanyakan keberadaan kerudung pesanannya kenapa belum juga sampai. Perlu ditekankan bahwa @hijabcrown18 tidak mengirim resi pengiriman sama sekali seperti dijanjikan oleh @hijabcrown18 yaitu pada hari Sabtu, 30 Januari 2016. @hijabcrown18 mengkonfirmasi bahwa tidak ada pengiriman JNE pada sabtu & minggu dan memberitahukan bahwa senin barang paling akan sampai.
8. Masih dalam hari yang sama, @hijabcrown18 memberitahu adik saya  kalau semisal Senin (1/2/2016) barang belum sampai diharapkan konfirmasi ke @hijabcrown18.
click to enlarge

9. Pada keesokan harinya, Senin, 1 Februari 2016 adik saya mengkonfirmasi bahwa barang belum juga datang dan MEMINTA KEMBALI NOMOR RESI YANG DIJANJIKAN PADA HARI SABTU AKAN DIKIRIM BELUM JUGA DIKIRIM HINGGA HARI SENIN. Lihat capture.
click to enlarge

10.  @hijabcrown18 tidak menggubris pertanyaan adik saya mengenai nomor resi malah menawarkan untuk melakukan COD pada keesokan harinya. Dalam hati saya What? COD? Secara kita sudah transfer dan itu memakan biaya administrasi beda bank Rp6500 dan sekarang tiba-tiba menawarkan COD? Di sini saya mulai menaruh curiga apakah barang pesanan adik saya benar-benar sudah dikirim? Kalau memang sudah, apa susahnya untuk mengirim nomor resi yang merupakan bukti pengiriman dari pihak JNE. Kemudian saya semakin curiga dengan balasan @hijabcrown18, @hijabcrown18 menegaskan bahwa barang sudah kirim lalu diambil lagi biar cepet. KOK ANEH SEKALI? Kalau memang barang sudah di pihak JNE ngapain diambil lagi? Kok repot amat untuk melakukan COD? Kalau seumpama memang keterlambatan ada di pihak JNE kami sebagai pembeli bisa sedikit mahklum. Yang tidak bisa dimahklum adalah @hijabcrown18 menegaskan bahwa BARANG DIAMBIL LAGI DARI PIHAK JNE DENGAN ALASAN BIAR CEPAT. Untuk lebih detail tengok capture.
click to enlarge

11. Adik saya setengah tidak terima karena tiba-tiba diganti untuk COD dan sedikit terpaksa menyetujuinya. Adik saya menanyakan bahwa nanti (Senin petang, 1 Februari 2016) bisa atau tidak untuk COD karena BARANG SUDAH DIGANTI DARI PENGIRIMAN LEWAT JNE JADI COD TIDAK SESUAI PERJANJIAN AWAL. @hijabcrown18 menolak dengan alasan hari itu ia harus ke penjahit. Kemudian pada pukul 22.55 pada hari yang sama @hijabcrown18 menayakan apa bisa COD DI CK TA (CircleK Taman Apsari Jalan Gubernur Suryo Surabaya). Karena terlampau larut adik saya membalasnya pada keesokan hari. Lihat capture.
12. Keesokan harinya Selasa, 2 Februari 2016, adik saya membalas dengan bertanya jam berapa bisa melakukan COD. @hijabcrown18 membalas pukul 8 malam. Adik saya menawar jam 7 malam karena kalau malam adik saya tidak bisa. Kemudian @hijabcrown18 menjawab “Rumahku hujan, ditunda besok gimana? Besok jam 6an langsung cod”. Sontak adik saya mengeluh kepastian karena pihak @hijabcrown18 terus-terusan menunda cod dan adik saya bertanya lagi kepada @hijabcrown18 apa tidak memiliki jas hujan. Kemudian berlanjut pada percakapan di bawah:
click to enlarge

Percakapan dimulai pada pukul 18.31, 2 Februari 2016.
P: Serius ujan kalau gak ujan gitu berangkat aku, gak dibolehin sama papaku. Aku dianter soalnya. Besok tak kirim gojek ta? Biar cepet. Barangnya sudah ada kok mba
A: (mengirim pesan suara yang berbicara adalah saya)
  KODE: SAYA 1
TEKS: mbak maaf ya, sebenernya barangnya itu sudah dikirim apa belum, kalau memang sudah dikirim kan seharusnya ada resinya dan sampe sekarang saya nggak, saya belum menerima resinya. Kalau memang barang ini bener-bener sudah dikirim, kan mbaknya bilang barang dikirim sabtu resinya, tapi kok sampai sekarang ngga dikirim ke saya gituloh resinya, kalau memang bener-bener mbak ngirim, seharunsya barang sudah datang kan. Kalau belum dateng pun saya bisa cek lewat resi. Sekarang gini kalau sekarang mbak ngga ngirim resinya, intinya saya ngga percaya kan kalau mbak udah ngirim, intinya mbak udah ngirim apa engga? Kalau mbak sudah ngirim, berarti intinya barang itu udah ke JNE atau apalah TIKI atau apa. Tapi sekarang mbak bilangnya barangnya sudah ada di mbak. Intinya gimana, mbak itu udah ngirim apa belum? Kalau memang mau COD harunsya dari awal mbak, soalnya saya ngirimnya dari BNI kalau dari BNI kan ada biaya tambahan untuk ke BCA 6500, itu juga uang. Kalau mbak gimana misalnya saya bilang mbak rugi 6500 mau nggak kalau mbak jualan. Saya juga punya jualan mbak makanya saya bicara seperti ini. Jadi kalau mbak mau serius seharusnya mbaknya bilang dari awal, kalau mau transfer ya transfer, kalau cod ya cod, mbak ini nggak kelihatan profesional banget kalau seperti ini.
click to enlarge
P: Barangnya sudah ada di saya, kalau cod agak malem jam set 8 bisa nggak? Soalnya nunggu reda kalau agak reda dikit langsung otw kesana aku
P: Ini masih agak deres soalnya, nunggu agak reda dikit aku kesana. Maleman bisakan?
A: Ya saya tunggu malam ini ya Mbak.
P: Oke, di CK TA ya?
P: Bisa toh? OTW langsung ku kabari kok
A: Oke. Malam ini ya. Di CircleK Taman Apsari kan?
A: Haha iya mbak sori ya saya bicara tadi agak tensi soalnya saya pernah ada masalah sama online shop jadi preventif saja. (saya meminta maaf karena memang intonasi suara saya cenderung tinggi pada voice message yang saya kirim tadi)
P: Iya gapapa kok, tenang aja mas. (kemudian merekap kembali hasil pesanan adik saya)
A: Bener.
P: Nanti OTW aku kabari
A: Iya makasih
click to enlarge
Pada pukul 20.36 adik saya kembali menanyakan tentang status COD.
A: Mb gimana?
P: Jadi kok
P: Wait ya
A: Okee
A: Minta nomernya boleh? Aku gak paketan soalnya
P: (memberikan nomor telepon). Bisa cod kodam nggak?
Sontak saya mengerutkan dahi membacanya. Pada percakapan awal tercatat bahwa ia memberikan opsi di CK Taman Apsari, sekarang mengganti lokasi ke kodam di daerah Surabaya Barat yang jauh dari rumah saya. Adik saya merespon...
A: Kejauhan mb
A: Tadi kan udah janjian di ck TA
Dengan ‘lugu’-nya @hijabcrown18 menjawab...
P: Mbakku gamau, bungkul bisa nggak?
What? Pindah lagi? Karena memang @hijabcrown18 sudah deal dengan tempat pertama Adik saya membalas...
A: Omku juga gamau. Soale perjanjian awalnya kan di ck TA.
P: Iya
P: Sek tunggu
A: Oke
click to enlarge
Pada pukul 8.51 adik saya bertanya sekali lagi...
A: Ini mb udah otw apa belum
click to enlarge
Kemudian percakapan berlanjut dengan percakapan via pesan suara dimulai dengan balasan @hijabcrown18 menggunakan pesan suara:
 A) HIJAB CROWN 1
TEKS: (dengan nada yang sedikit meninggi) Saya ini sudah otw, cuman saya cod ini juga keliling bukan di adeknya aja, ini kalau saya nerusin ke CK TA ini bakal malem, kalau mau nunggu ya gapapa sih nunggu cuman aku sudah dicalling2 sama papaku, aku juga sudah dibatasin sama papaku jam 9 harus sudah sampai rumah. Gimana? Papaku juga orangnya keras, jadi gak bisa. BUKANNYA KITA NGGAK PROFESIONAL UNTUK JUALAN, kita juga masih sekolah, jadi YA APAYA YA HARUS YA HARUS MAHKLUM DULU GITU, kita juga banyak pesenan, kita juga ngirim sana sini. Tapi ya gimana lagi, ini ini juga apa ya, apa, yawes barang itu sudah di saya, saya juga beneran ini, nggak nggak nipu kok, beneran, saya kalau udah cod yaudah cod, cuman ini keadaannya lagi ngga pasti gitu. Gimana? Besok kalau kamu mau AMBIL AJA DI RUMAH SAYA. Biar ngga kelihatan kalau saya itu nipu, jadi bia ngga kelihatan kalau saya itu nipu. Bisa lihat semua, kalau saya itu jualannya yang ini ini itu. Nah gitu. Biar gak kelihatan nipu, lebih baik adiknya ngambil aja di rumah. Ya, saya kakaknya ini. Saya juga ada tugas banyak ini aja belum selesai. Aku juga udah diomelomelin sama papa ini udah ditelfon dari tadi udah ngga tak angkat-angkat soalnya. Yaudah.

Respon dalam hati saya:
1. Dengan dalih masih sekolah terus kita bisa mahklum? Oke kalau emang @hijabcrown18 ini ngga molor2in waktu kita bisa sedikit mahklum ini ngomongnya sudah rada ngga enak ditambahin ngomong bukan ngga profesional dan kita disuruh mahklum. Kita sebagai pembeli gak peduli, penjual mau pelajar atau bekerja yang kita pedulikan sebagai pembeli adalah barang kita sampai tepat waktu dan sesuai perjanjian.
2. Apa-apaan kita disuruh ambil ke rumah @hijabcrown18? Di perjanjian awal ngga ada tuh bilang ambil di rumah @hijabcrown18. Tentu kita ngga setuju dengan opsi mengambil di rumah @hijabcrown18 karena memang perjanjian COD di CK TA.
3. Sekali lagi, we, buyer, don’t care what your problems are. Mau banyak tugas atau dicalling papa yang penting kalau sudah deal dengan perjanjian harus tepatin dong. Gimana saya mau bilang ngga profesional kalau tingkahnya macam itu.

Berlanjut pada pesan suara nomor dua dikirim oleh @hijabcrown18:
HIJAB CROWN 2
TEKS: Gimana, mau di-refund atau engga? Kalau di-refund tak kembalikan seratus persen uang plus kena charge-nya itu tadi, masnya, ya, 6 ribu berapa itu, naaah itu tak tambahin ya, kurang baik apa saya? Gimana keputusannya mau di-refund atau tetep? Terima kasih.

Lalu adik saya menjawab menjawab...
A: Coba ngomong ke papanya gbs ta?
Percakapan berlanjut dengan saya yang menjawab via pesan suara...
SAYA 2
TEKS: gini aja deh mbak paling enak, kalau besok mbaknya gak bisa nganter ke rumah saya mending saya minta refund 100 persen ya mbak, soalnya gini buat apa saya datang ke rumahnya mbak untuk lihat, saya juga rugi waktu, sekarang mbaknya udah telat ngirim, saya disuruh ke rumah mbak, apa ngga butuh bensin? Kan juga butuh sih mbak. Kalau gini aja, deal deal dari saya gini, kalau besok ngga bisa ngirim ke rumah saya, ke alamat saya, kalau gitu saya minta refund 100 persen plus yang saya charge ke BCA itu. Ya gitu ya mbak, terima kasih ya.

Sista @hijabcrown18 mulai agak nyolot dan gagal paham.
HIJAB CROWN 3
TEKS: gini loh mas, kalau andaikan saya, dibolehin COD, pasti aku sudah ngomong ke papaku, pa COD. Pasti ngga bakal boleh keluar aku untuk COD. Ini aja aku alasan kerja kelompok di rumah teman. Dan dibatesinnya sampai jam 9. Gitu. Andaikan kalau aku boleh bilang COD. Pa COD. Nanti pulang jam segini segini segini. Ngga boleh. Ngga bakal boleh keluar aku. Kalau aku tadi bilang COD, hari ini banyak COD, gak bakal boleh keluar aku? Ngga bakal aku COD ke anak-anak lain. YA AKU BISA NGOMONG, NGOMONG AJA MASA NGGA BISA? Tapi papaku keras. gimana lagi? Papaku juga sering apa, sering apa sering dinas di luar luar jadi ya pastinya namanya orang tua kan pasti ya pingin ngumpul sama anaknya yang udah lama tinggal dinas, ini. Papaku kerjanya TNI, ya, papaku itu keras orangnya jadi pendidikannya dia tinggi. Jadi ya gimana lagi. Aku gak bisa kalau bilang COD ke papaku. Pasti ngga akan boleh keluar kalau bilang COD ke papaku. WIS GIMANA MAUNYA? Mau diambil di rumahku atau gimana? Mau dibalikin itunya uangnya? Gimana? DIPIKIRN AJA MULAI DARI SEKARANG. Kalau mau dibalikin yaudah tak balikin sekarang uangnya. Oke makasih.

Respon saya dalam hati:
1. Yang mengganjal adalah “nggak bakal aku COD ke anak-anak lain”. Intinya berarti pesanan saya saja dong yang nggak bisa? Padahal dari awal sudah janji mau ketemuan hari ini. Maklum dikit lah KAN MASIH SEKOLAH haha.
2. Papa sista @hijabcrown18 kerjanya TNI? Should I know that? Should I worried about that? Nope. That’s not even necessary, though. Kita pembeli juga gak bakalan mau tau kerja Papa @hijabcrown18 TNI atau bukan. Sekali lagi we only care about our stuff.
3. Papaku keras orangnya jadi pendidikannya tinggi. Wait a sec, kalau mau dipanjangin nih ya. Emang ada korelasinya antara watak keras dengan pendidikan tinggi? Once again, we don’t even care ‘bout something like your thing.

Sista @hijabcrown18 membalas lagi, sepertinya memberikan respon terhadap pesan suara KODE SAYA 2.
HIJAB CROWN 4 (makin nyolot)
TEKS: Hmm... oh ya terima kasih. Sama-sama ya. Oh ya, masnya alamatnya di mana? Ooooh kalau kalau masnya nggak mau ke rumahku karena bensin, oh berarti masnya mau dibayarin bensin. Oh berapa sih bensin berapaa? Saya juga kalau ke rumahnya mas, saya minta ongkir lo ya. Saya juga butuh bensin. Sepeda saya juga butuh bensin. Gitu. Berarti kalau aku butuh bensin berarti aku transfernya ngga utuh 100 persen, tak potong uang bensinku gimana? Maunya?

RESPON DARI SAYA DALAM BATIN:
1. Dari pernyataan mana di percakapan suara saya yang menyatakan saya nggak mau ke rumahnya @hijabcrown18 karena bensin. No, I said, ngapain saya ke rumahnya @hijabcrown18 kalau hanya untuk melihat kondisi jualan sista yang bahkan saya sedikitpun gak peduli kecuali orderan saya. Saya juga gak menyetujui saya ngambil ke sana karena memang dari awal gak ada opsi ngambil sendiri ke rumah @hijabcrown18.
2. Saya sebenernya ngga masalah kalau @hijabcrown18 mau datang, pasti kalau minta ongkir akan saya beri. Cuman pertanyaan “Berarti kalau aku butuh bensin berarti aku transfernya ngga utuh 100 persen, tak potong uang bensinku gimana” yang bikin ganjel. Ini kuping yang salah dengar apa yang sana gagal fokus. SEKARANG KALAU SAYA MINTA REFUND BUAT  APA @hijabcrown18 MINTA PEMOTONGAN BIAYA BENSIN. SITU BAHKAN GAK KIRIM BARANG KE SAYA ATAU COD KE SAYA. KENAPA HARUS SAYA YANG NANGGUNG BIAYA BENSIN SITU. Baru kalau sista @hijabcrown18 ngirim ke rumah saya atau COD kalau sista minta ongkir saya kasih.
3. Ya kelihatan lah gimana kurang profesionalnya olshop ini, termasuk sikapnya ke buyer yang immature. Pake ngomong berapa harga bensin, kaya sekali sepertinya olshop anda J.

Kemudian saya menjawab dengan pesan suara:
SAYA 3
TEKS: gini, kalau mbaknya nggak mau ketemuan, besok kalau ada waktunya jam berapa, kita ketemuan di taman apsari sesuai perjanjian awal ya mbak. Soalnya gini, kita sebagai penjual, hmm maaf, kita sebagai pembeli nggak peduli mbaknya kerja apa, sekolah apa nggak, pokoknya kita taunya profesionalitasnya mbaknya, konsistennya gimana mbaknya gimana jualan. Kalau gini loh, telat telat. Terus, mbaknya bilang COD nggak boleh papa. Kita mana peduli sebagai pembeli. Mbak, saya nggak lihat mbaknya sebagai apa, saya ngelihat mbaknya sebagai penjual ini gimana profesionalitasnya embak menjual barang2nya. Jadi gini aja deh enaknya, daripada ribut-ribut koyok ngene (ribut-ribut seperti ini). Saya juga nggak peduli mbaknya, bapaknya TNI atau apa, pendidikan tinggi atau apa, saya nggak peduli ya mbak. Pokoknya gini, enaknya gini, besok mbaknya bisa ketemuan jam berapa? Sesuai perjanjian awal di taman apsari. Gitu aja deh. Paling gampang kan. Mbaknya nggak habis bensin buat ke rumah saya, saya juga habis bensin buat ke taman apsari. Kita sama-sama kan, pekpok kan. Di taman apsari ya. Itu bisanya jam berapa? Kalau nggak gitu, ini deal terakhir mbak, kalau nggak bisa gitu mending di-refund 100% ya, terima kasih.
A: Gimana mbak keputusannya?

@hijabcrown18 membalas dengan tambah gagal paham.
HIJAB CROWN 5 (to the max)
TEKS: kok gitu sih masnya? Kan, kan enak, kan bener aku ngomongnya. Kalau aku nganterin berarti kan di aku harus minta uang bensin kirim paketnya. Jadi kan gak ada yang rugi? Masa kakaknya ke rumahku katanya minta uang bensin, aku rugi. Tapi kalau aku ke rumahnya kakaknya nggak mau ngasih uang bensin. Gimana maunya terusnya kakaknya? Kok gitu. Ya jangan egois kak. Aku juga bingung ini. Semua, semua ya, anak kalau aku gabisa nganterin pasti dia ke rumahku. Gitu. Tapi ini kan gak, tapi dia gak minta ongkos kirim, ongkos ambil, atau apapun. Kalau aku ngirim ya aku ngga pernah minta ongkos kirim. Berarti kakaknya kan kalau kakaknya ke rumahku, kakaknya minta ongkos ambilnya? Berarti kan. Yaudah. Kalau kakaknya gak mau ambil. Berarti aku kan nganter. Aku nganter kan aku minta uang bensinya juga. Kalau kakaknya minta TF mau minta refund-nya, uang 100 persen okay, tapi no uang ruginya kakak riwariwi di TA dll. Okay? Kalau besok COD okay. Di CK TA jam 7. Ya, terima kasih.

RESPON DARI SAYA:
1. Jadi menurut ngana gak ada yang rugi? So, kita rugi waktu mbak, nunggu gak dikirim resinya, terus tiba-tiba diganti COD padahal kita udah transfer duitnya. Situ kita nggak rugi. Situ kita ini paketan cuman paket kita. Ini paketan sekelas. Okay you might not care about that, ikr. Tapi seenggaknya pembaca bisa menilai apa di posisi saya tidak dirugikan apabila ada masalah seperti ini?
2. Coba cek dari percakapan pesan suara saya di atas. Gak ada satu kalimat pun yang saya menyatakan bahwa saya minta uang bensin dan nggak ada satu patah kata pun dari saya yang nggak mau ngasih uang bensin ke @hijabcrown18 kalau memang sista mau nganter ke rumah. So jadi jangan asal catut di mana faktanya jelas-jelas saya tidak bilang seperti itu.
3. Tambahan, mana ada saya ngomong kalau saya mau ambil minta ongkos ambil. Dari zaman homo sapiens ya kita ngerti mbak kalau di mana mana ngambil ke rumah seller gak mungkin buyer minta uang ongkos bensin atau ongkos bensin.
4. Semua kalau sista @hijabcrown18 gak bisa kirim kita harus ngambil? Mana dari awal sista nggak ngomong tuh kalau sista menyatakan bahwa kalo gak bisa ngirim buyer harus ngambil ke rumah sista. Makanya buat rules yang bener dulu sis. Jangan di belakang baru ngomong gini. Buyermu ini bukan cuman yang ‘masih sekolah’ doang.
5. Ya kali saya minta uang riwa-riwi wong saya nggak pernah riwa-riwi. Toh yang saya maksud plus uang 6500 kan saya aja kalo sista @hijabcrown18 ngirim dari BCA ke BNI otomatis rekening sista bakal kepotong seharga itu buat biaya admin beda bank. Jadi tanpa sista kirim tambahan 6500 pun sudah terpotong kok. J

Kalau karena keluarga saya bilang tidak usah dibikin lebih panjang. Akhirnya saya dan adik saya memutuskan untuk oke, di rumah sista @hijabcrown18 aja, daripada ribet loh nanti dikirinya nggak bisa mahklum dengan yang ‘masih sekolah’. Lalu percakapan berlanjut ke pesan suara balasan saya:

SAYA 4
TEKS: yaudah deh mbak, daripada mbaknya mbulet ya, nanti gini aja wis, alamatnya mbaknya di mana kirim sekarang ya mbak, biar besok kita datang langsung ke rumahnya mbaknya, ambil barangnya. Cepet ya mbak.
Bukti bisa lihat capture.
P: (mengirim alamat rumahnya).

Percakapan saya hingga saat ini, dini hari, 3 Februari 2016 pada saat menulis testimoni ini berakhir di sini. Yah, memang banyak sekali kasus-kasus serupa yang salah paham karena memang olshop tidak punya regulasi yang benar-benar jelas. Tidak dijelaskan kepada buyer dari awal. Yang ada buyer bingung lalu menilai olshopnya tidak profesional dan responnya immature ke buyer. Kita sebagai buyer yang sudah bayar merasa dirugikan dong dengan tidak profesionalnya regulasi yang dimiliki @hijabcrown18 karena memang tidak dijelaskan via sosial media maupun via pm langsung ke kami sebagai buyer. Dan kalau semisal respon sista @hijabcrown18 nggak nyolot ke buyer dan terkesan seperti mengejek dan ada unsur curhat-curhat soal background keluarga kita bisa menempatkan diri kok. Ditambah lagi secara pribadi saya pernah mengalami problem dengan olshop serupa  (menjual binder) dan barang saya pergi entah ke mana, tapi olshop ini benar-benar memberikan saya opsi bagaimana kalau memang ada problem secara pengiriman dari awal jadi saya tanya dan dijawab dengan dewasa walaupun saya waktu itu dalam posisi panik juga terkesan bertanya dengan tensi tinggi. Tapi karena memang owner dapat bersikap dan menempatkan diri sebagai buyer she can make me calm down. Dia memberikan jaminan-jaminan dan opsi kalau memang ada masalah saat shipping atau lainnya.

Kemarin, Rabu, 3 Februari 2016, om saya mengantarkan adik saya untuk bertemu dengan @hijabcrown18 di pom bensin daerah Simo (dekat tol tandes) yang notabene dekat dengan alamat rumah sista @hijabcrown18. pembaca boleh percaya atau tidak, sista @hijabcrown18 datang dengan menggunakan master (karena sista baru pulang sekolah) lalu memberikan keterangan sedikit mengenai produknya (detail produk yang dipesan) dan pergi begitu saja tanpa mengucap terima kasih. ini menurut keterangan om saya yang mengantar adik saya. tetapi perlu saya tekankan adik saya mengucapkan terima kasih karena barangnya telah diberikan. Well, pembaca boleh tidak percaya, tapi inilah faktanya. Terkadang sikap penjual yang seperti ini yang membuat usahanya mati. Terima kasih itu wajib hukumnya diucapkan jika dalam kamus saya.
barang sudah sampai dengan selamat
Sekarang barang sudah ada di tangan saya tanpa ada kecatatan. masalah ini sudah kami anggap selesai. tetapi kami selaku pembeli yang tidak puas dengan pelayanan olshop ini merasa harus menulis testimoni agar tidak ada lagi pembeli yang bernasib sama dan olshop ini bisa berbenah menjadi lebih baik.
 
Nah di sini pembaca bisa memberikan kesimpulan sendiri tentang bagaimana sista yang ‘masih sekolah’ dan banyak tugas ini. Saya hanya ingin membagi cerita ini karena memang saya tidak ingin ada buyer lain yang bernasib mirip/sama seperti saya jika menggunakan jasa @hijabcrown18 ini. Karena bagaimana pun juga, waktu itu terhitung rugi. Pesan saya untuk olshop lain, buat regulasi yang jelas di awal deal dan tolong layani buyer dengan bijak dan jangan jadi ‘bingung’ kalau menjadi owner olshop.

Akhir kata saya sangat mengapresiasi pihak olshop karena sudah memberikan barang orderan kami dengan selamat dan tidak ada cacat. Mohon dari testi ini menjadikan pihak olshop dan kami selaku buyer menjadi sama-sama mengoreksi diri.

Mohon share apabila orang lain perlu untuk mengetahuinya. Terima kasih.

4 komentar:

  1. hadeeeh gilak gemes bener gue bacanya, yang jualan jg masih bocah lg, untungnya barang beneran dah diterima dan duitnya gak dibawa kabur.
    pengalaman gue sih kalo belanja di instagram itu cari yang instagramnya rame, banyak upload, banyak testi, banyak komen, banyak follower, kalo yg sepi sepi gitu kurang meyakinkan.

    BalasHapus
  2. wah terimakasih banyak nih buat infonya, kita sekarang bisa lebih berhati hati lagi dalam belanja online

    BalasHapus
  3. Kak, kalo boleh sy bisa minta kontaknya mas ngga? Sy mau nanya2 ttg alamat atau no tlpnya hijabcrown itu. Sy juga sudah kasusnya spt itu. Ini sudah 1 minggu belum dtg, eh dia malah nawarin jasa gojek. Trims:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa kirim email saja ya ke saya: pramadya@icloud.com ya nanti saya beri kontaknya dari sana.

      Hapus

Silakan tulis komentar, saran, dan kritik di kolom bawah ini: